Menteri Energi: Harga BBM Tidak Naik, Subsidies Tetap Terjaga

Lia N. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Menteri Energi: Harga BBM Tidak Naik, Subsidies Tetap Terjaga

Gambar atau konten salah?

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite, solar, dan LPG 3 kg. Pernyataan ini muncul di tengah konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung, sehingga dua kapal tanker milik PT Pertamina belum mendapat izin melewati Selat Hormuz.

Di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, Bahlil mengingatkan bahwa LPG dan solar masih terlayani dengan baik selama masa Lebaran. Ia menambahkan, “Kemudian LPG juga terlayani dengan baik selama masa Lebaran, dan solar pun dengan baik, dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga,” ujarnya. Pernyataan ini tercatat dalam keterangan Kementerian ESDM pada Kamis, 26 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa keputusan tidak menaikkan harga tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berkata, “Prabowo tidak ingin membebani masyarakat dengan kenaikan harga BBM.” Bahlil juga memohon doa agar subsidi tetap berjalan, menambahkan, “Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi sampai semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat.”

Selanjutnya, Bahlil menegaskan bahwa ia terus melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merumuskan kebijakan subsidi energi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ia menyatakan, “Jadi untuk subsidi, jadi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis, tetap‑tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya.”

Secara keseluruhan, pemerintah menekankan komitmen menjaga pasokan energi dan mencegah beban tambahan bagi masyarakat, meski situasi global masih menantang.

Bahlil Lahadaliasubsidi BBMharga BBMKonflik Timur TengahSelat HormuzPrabowo SubiantoPertamina

Komentar

Memuat komentar...