Menteri Energi: Makan Bergizi Gratis Prioritas Program
Gambar atau konten salah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang layak diprioritaskan. Menurut Bahlil, MBG “merupakan program bagus” dan bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak‑anak, mendapatkan asupan gizi yang baik.
Meskipun Bahlil mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya, ia menekankan bahwa hal tersebut seharusnya menjadi bahan perbaikan bersama, bukan saling menyalahkan.
"Program ini adalah program yang harus kita wujudkan. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program makanan bergizi gratis ini adalah program mulia. Kalau ada kekurangan ya sama-sama kita sempurnakan, tidak usah kita saling menyalahkan," ujar Bahlil dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 10 Juni 2026.
Di kesempatan yang sama, Bahlil menyinggung tren viral di media sosial yang memelesetkan singkatan MBG menjadi “Mas Bahlil Ganteng.” Ia menegaskan bahwa yang benar adalah Makan Bergizi Gratis, bukan “Mas Bahlil Ganteng.”
"Terakhir sekalipun MBG (Makan Bergizi Gratis) itu adalah bagus, tapi saya mau sampaikan bahwa jangan dipelintir. MBG itulah Makanan Bergizi... apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali," tutur Bahlil (hns/hns).
Program ini menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap gizi anak, meski masih ada tantangan pelaksanaan. Insightnya, Bahlil menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan dan klarifikasi publik agar program tetap terfokus pada tujuan aslinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
