Menteri ESDM Kritik Syarat TOEFL Beasiswa LPDP untuk Santri

Wahyu T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Menteri ESDM Kritik Syarat TOEFL Beasiswa LPDP untuk Santri

Gambar atau konten salah?

Syarat TOEFL untuk Beasiswa LPDP menjadi sorotan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengkritik syarat tes TOEFL yang dianggap terlalu tinggi. Ia menyatakan bahwa skor tinggi pada tes ini hanya dapat dicapai oleh orang-orang kaya. Kritik ini disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Az-Zainiyyah di Nagrok, Jawa Barat pada tanggal 08 Maret 2026. Bahlil menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada para santri untuk mendapatkan beasiswa LPDP, mengingat kualitas pendidikan di pesantren tidak kalah dari sekolah umum.

Bahlil menyatakan, “Sekarang lewat Fraksi Partai Golkar, kami sedang berupaya agar dana LPDP tidak hanya mengalir ke pendidikan umum, tetapi juga ke santri.” Ia percaya bahwa kualitas pendidikan di pesantren sangat baik, namun perlu adanya perhatian lebih untuk memberikan kesempatan yang sama. Ia juga mencontohkan bahwa ia sendiri merupakan lulusan dari SD Inpres.

Syarat TOEFL untuk Beasiswa STEM mencakup beberapa kategori. Untuk program magister dalam negeri, pendaftar harus memiliki skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0. Sedangkan untuk program magister luar negeri, skor minimal adalah TOEFL IBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5. Untuk program doktor dalam negeri, skor minimal TOEFL ITP yang dibutuhkan adalah 530, sementara untuk luar negeri, skor minimal TOEFL IBT adalah 94.

Kriteria afirmasi untuk Putra dan Putri Papua menetapkan skor yang sama dengan program magister luar negeri, yaitu TOEFL ITP 500 atau TOEFL IBT 61. Kriteria afirmasi untuk pendaftar prasejahtera dan penyandang disabilitas juga mengikuti aturan yang sama.

Syarat TOEFL untuk Beasiswa SHARE tidak jauh berbeda. Dalam program magister dalam negeri, pendaftar harus memiliki skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0. Sedangkan untuk program magister luar negeri, skor minimal TOEFL IBT adalah 80. Kriteria afirmasi untuk pendaftar daerah afirmasi dan penyandang disabilitas mengikuti aturan yang sama dengan program magister luar negeri.

Biaya Tes TOEFL bervariasi. Berdasarkan informasi dari lembaga kursus bahasa Inggris, harga tes TOEFL berkisar antara 160-250 dollar Amerika. Jika dikonversikan, biayanya sekitar Rp 2.711.841 hingga Rp 4.237.252. Di Universitas Islam Indonesia, biaya tes TOEFL ITP adalah sekitar Rp 600 ribu, sedangkan untuk TOEFL ITP jenis paper based test (PBT) atau Online Remote Proctoring (ORP) harganya Rp 625 ribu. Di Universitas Sebelas Maret, harga TOEFL ITP CBT dan PBT juga sekitar Rp 600 ribu.

Perlu diperhatikan bahwa biaya tes TOEFL IBT umumnya lebih mahal, berkisar sekitar USD 200, yang jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp 3 juta. Perbedaan antara TOEFL IBT dan ITP terletak pada jenis kemampuan yang diuji. TOEFL IBT menguji kemampuan membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis, sementara TOEFL ITP hanya menguji kemampuan mendengarkan, struktur, dan membaca.

Dengan adanya kritik ini, diharapkan ada perubahan dalam syarat-syarat yang ada agar lebih inklusif, terutama untuk pendaftar dari kalangan yang kurang mampu.

TOEFLbeasiswaLPDPBahlil Lahadaliasantrikriteriabiayabahasa Inggris

Komentar

Memuat komentar...