Menteri Kesehatan Dorong Pasien TBC Masuk Penerima Makan Bergizi Gratis

Endah K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Kesehatan Dorong Pasien TBC Masuk Penerima Makan Bergizi Gratis

Gambar atau konten salah?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajukan usulan agar penderita tuberkulosis (TBC) dimasukkan sebagai salah satu penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, asupan gizi yang baik bisa membantu mempercepat proses penyembuhan pasien TBC.

"Dari hasil penelitian jurnal-jurnal internasional dan sudah diterapkan juga di India dan China, orang yang penderita TBC diobati kan selama enam bulan sampai 12 bulan itu daya tahan kondisi fisiknya itu lemah. Sehingga kalau dia bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya ya," kata Budi Gunadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Budi menjelaskan bahwa pemberian nutrisi yang memadai tidak hanya mendukung proses penyembuhan, tetapi juga berpotensi mengurangi angka kematian akibat penyakit tersebut. Ia menyoroti tingginya jumlah korban meninggal karena TBC di Indonesia setiap tahunnya yang mencapai 126 ribu jiwa per tahun.

"Dan itu menyelamatkan nyawa karena TBC itu kan mematikan kan, setahunnya 126 ribuan," katanya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, rata-rata dua penderita TBC meninggal dunia setiap lima menit.

Ia juga mengaku telah menyampaikan usulan tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, agar penyaluran program MBG dapat lebih diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

"Jadi kita ngomong lima menit, yang meninggal dua di Indonesia TBC. Itu sebabnya kemarin saya bicara dengan Ibu Nanik kan ingin meningkatkan, memfokuskan penyaluran MBG targetnya ke siapa saja," kata Budi Gunadi.

"Dia nanya ke saya kan, saya bilang, 'Bu, MBG itu sangat membantu saya memecahkan masalah kesehatan karena gizi itu adalah faktor risiko yang besar, sama seperti polusi udara itu faktor risiko yang di luar wewenang saya ada di Ibu sekarang, tapi saya sangat butuh itu bagus," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memaparkan empat kelompok yang menurutnya harus menjadi prioritas penerima manfaat MBG dari perspektif kesehatan. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita berusia di bawah lima tahun, serta penderita TBC.

"Nah, saya bilang ada empat sebenarnya yang dari sisi kesehatan rawan untuk masalah kekurangan gizi. Satu adalah ibu hamil, dua adalah ibu menyusui, tiga adalah balita di bawah lima tahun, kemudian empat adalah orang yang terkena TBC," kata Budi.

Ia meyakini pemenuhan kebutuhan gizi pada empat kelompok tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

"Kalau empat target ini kecukupan gizinya dipenuhi, masalah kesehatan kita akan turun drastis. Buktinya oh itu bisa, sudah ada di jurnal-jurnal internasional," tambahnya.

Usulan ini muncul dari data yang menunjukkan bahwa setiap lima menit, dua orang di Indonesia meninggal karena TBC. Angka kematian tahunan mencapai 126 ribu jiwa. Budi melihat program MBG sebagai alat untuk menurunkan angka itu, dengan menyasar kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi.

TBCMakan Bergizi Gratisgizipemulihanibu hamilibu menyusuibalitaprioritas

Komentar

Memuat komentar...