Menteri Keuangan Gagal Beli Harley karena Aturan Gratifikasi

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan Gagal Beli Harley karena Aturan Gratifikasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan kisah lucu saat berkunjung ke pameran otomotif GIIAS di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Ia bercerita tentang rencananya membeli motor besar Harley Davidson yang gagal karena aturan gratifikasi.

Cerita ini bermula saat Purbaya menjelaskan arah kebijakan fiskal di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan tersebut difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama ini, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia seringkali hanya berada di angka 5% atau bahkan lebih rendah. Namun, dalam dua kuartal terakhir, tren itu mulai berbalik.

"Kami menargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di rentang 6% pada semester kedua tahun ini. Jadi, demand lebih kuat dan bisnis Anda berkembang pesat, ya," ujar Purbaya saat berbicara di acara tersebut.

Setelah menjelaskan soal target ekonomi, Purbaya kemudian menceritakan pengalamannya. Ia mengaku sempat ditawari bonus khusus untuk pembelian motor Harley Davidson. Bonus itu diberikan jika ia berhasil memajukan perekonomian Indonesia. Purbaya pun mengaku sempat bersemangat membayangkan bisa membawa pulang motor impiannya dengan harga spesial.

"Dia bilang, 'kalau bisa majuin ekonomi, nanti akan dapat bonus kalau beli Harley.' Saya sudah senang. Oke, saya beli Harley. Ada bonusnya, diskon lah," tutur Purbaya menirukan percakapan tersebut.

Sayangnya, harapan itu langsung sirna. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan mengingatkan Purbaya agar membeli motor besar itu dengan harga penuh. Alasannya, potongan harga yang diterima bisa dianggap sebagai gratifikasi. Aturan itu membuat Purbaya tidak bisa mendapatkan diskon.

"'Eh Sekjen saya yang bilang, 'Pak, kalau diskon itu gratifikasi, jadi nggak boleh. Bapak harus bayar pada harga penuh,' katanya. Yah, lemes gue," seloroh Purbaya sambil tertawa.

Dalam kunjungannya ke GIIAS, Purbaya sempat mendatangi area pameran yang menampilkan berbagai merek kendaraan, dari motor hingga mobil. Salah satu stan yang ia kunjungi adalah Harley Davidson. Di sana, ia tampak tertarik dengan salah satu jenis motor edisi terbatas yang baru diluncurkan. Purbaya bahkan sempat menjajal dan duduk di beberapa model motor yang dipajang.

"Cocok ya? Bungkus? Duit lu," kelakarnya sambil mencoba motor besar itu. Ucapannya langsung disambut tawa dari orang-orang yang berada di lokasi yang sama.

Kisah ini menunjukkan bagaimana aturan gratifikasi di Indonesia bisa menghalangi pejabat untuk menerima diskon atau bonus, meskipun tawarannya datang dari pihak luar. Purbaya sendiri akhirnya harus merelakan keinginannya membeli Harley Davidson dengan harga khusus karena aturan tersebut.

Menteri KeuanganPurbaya Yudhi SadewaHarley DavidsongratifikasiGIIASkebijakan fiskalpertumbuhan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...