Menteri Keuangan Kunjungi BPI Danantara: Dana Pembangunan
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan pada siang hari. Di sana, ia bertemu dengan perwakilan Danantara dan membahas kondisi ekonomi nasional.
Selama kunjungan, Purbaya mengutarakan, "Ada diskusi perekonomian dan cari pembiayaan untuk pembangunan." Ia berjalan masuk sambil menyampaikan kalimat tersebut. Tiba di lokasi sekitar pukul 13.17 WIB, ia mengenakan seragam biru Kementerian Keuangan.
Purbaya menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Danantara serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menambahkan, "Ada Danantara kan, Menristekdikti."
Di samping itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut hadir dalam rapat tersebut.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Fokus utama pertemuan adalah dialog ekonomi dan pencarian pembiayaan untuk pembangunan.
Secara keseluruhan, kunjungan Purbaya menandai upaya pemerintah dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan mencari dana pembangunan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
