Menteri Keuangan: Tidak Ada Program Tax Amnesty Lagi
Gambar atau konten salah?
Pada briefing di kantor pusat di Jakarta Pusat pada Senin, 11 Mei 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa selama masa jabatannya tidak akan ada program tax amnesty.
“Selama saya menjadi Menteri Keuangan, saya tidak akan melakukan tax amnesty,” kata Purbaya. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada penilaian risiko bagi petugas pajak dan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Menurutnya, tax amnesty dapat menimbulkan kerentanan bagi pegawai pajak yang disogok hingga diperiksa, serta menciptakan kebingungan di kalangan bisnis. “Sehingga saya melihat kasihan orang‑orang itu. Daripada gitu, ya sudah jalankan saja prosedur pajak yang betul,” ucap Purbaya.
Purbaya juga meluruskan rumor bahwa peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II akan diperiksa ulang. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan hanya akan dilakukan pada wajib pajak yang telah berkomitmen khususnya melakukan repatriasi harta dari luar negeri, namun belum melakukannya.
Ia mencontohkan situasi: “Kalau sudah ikut tax amnesty, ya sudah. Kecuali misalnya dia janji di tax amnesty nanti bulan depan saya bayar Rp 100 miliar misalnya, itu belum bayar, nah itu dikejar. Yang lain mestinya enggak,” tutur Purbaya.
“Jadi ke depan mungkin kita nggak akan melakukan tax amnesty lagi. Jadi teman‑teman bisnis bayar pajak yang betul, kita nggak akan ada tax amnesty lagi,” tegasnya.
Indonesia sebelumnya telah mengadakan dua program tax amnesty, yakni pada tahun 2016 dan 2022. Purbaya menegaskan bahwa masa depan fiskal negara akan fokus pada kepatuhan pajak yang benar tanpa pengampunan tambahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
