Menteri Keuangan Tolak Prediksi Bank Dunia: 4,7% Terlalu Rendah

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan Tolak Prediksi Bank Dunia: 4,7% Terlalu Rendah

Gambar atau konten salah?

Di kantor pusatnya di Jakarta Pusat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyeksi Bank Dunia (World Bank) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 4,7 % pada tahun 2026. Angka ini berada di bawah target pemerintah, yaitu 5,4 % dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Kan triwulan pertama saja mungkin 5,5 %, 5,6 % atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali, setelah itu kalau rata‑ratanya 4,6 %. Saya pikir World Bank salah hitung,” kata Purbaya pada Kamis kemarin.

Purbaya menilai bahwa prediksi tersebut didasarkan pada dampak kenaikan harga minyak dunia. Ia berharap, bila harga minyak kembali normal, Bank Dunia akan menyesuaikan perkiraan. “Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi, program pemerintah, dan sistem keuangan agar tetap mendukung pertumbuhan. “Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini, itu saja. Mungkin saja World Bank betul, tetapi saya nggak tahu, yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus. Mungkin World Bank belum tahu jurus‑jurus Asia saya, jurus‑jurus Asia Pak Prabowo,” tambahnya.

Menurut laporan Bank Dunia, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat menjadi 4,7 % pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya, yakni 4,8 %. Proyeksi terbaru ini tercantum dalam East Asia & Pacific Economic Update edisi 01 April 2026.

Penurunan tersebut disebabkan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi global. Laporan tersebut menegaskan bahwa “pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7 % karena tekanan dari harga minyak yang lebih tinggi dan sentimen penghindaran risiko hanya akan diimbangi sebagian oleh penerimaan komoditas dan inisiatif investasi negara.”

Proyeksi ini juga mencerminkan tren perlambatan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) di luar China, yang diperkirakan mencapai 4,1 % pada 2026, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di angka 4,4 %.

Dengan demikian, kritik Purbaya menyoroti ketidaksesuaian antara ekspektasi pemerintah dan prediksi Bank Dunia, serta menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih dapat dipertahankan melalui kebijakan fiskal, investasi, dan pengelolaan risiko energi.

Bank DuniaPertumbuhan ekonomi IndonesiaHarga minyak duniaAPBN 2026Purbaya Yudhi SadewaResesiInvestasi

Komentar

Memuat komentar...