Shin Tae-yong Pilih Persija Jakarta, Tolak Jepang & China
Gambar atau konten salah?
Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa ia pernah menolak tawaran melatih klub di Jepang dan China. Ketika Persija Jakarta datang, ia langsung setuju.
Pelatih asal Korea Selatan memiliki beberapa pilihan sebelum memilih Persija. Ia masih laku di pasar, namun ia memutuskan untuk berkarier di Indonesia. Sebelum menerima pinangan, ia sudah menerima tawaran dari liga Jepang dan China.
“Ada banyak hal kenapa harus memilih Jakarta. Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari e Liga Jepang dan China,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari Youtube Persija. Shin Tae-yong menambahkan bahwa ia tidak akan membutuhkan banyak adaptasi jika melatih Persija.
Ia mengungkapkan, “Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa. Tetapi kan ya kalau Jakarta saya sangat kenal.”
Sepakbola Indonesia sudah terasa sangat familiar bagi Shin Tae-yong. Ia sebelumnya melatih Timnas Indonesia selama 5 tahun, dari 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2025. Selama bakti, ia mengamati kompetisi domestik untuk memilih pemain yang akan dipanggil ke Timnas.
“Sebenarnya hanya satu hal saja (alasan memilih Persija), ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta,” tutur Shin Tae-yong.
Keputusan ini menegaskan bahwa pengalaman dan kenyamanan di lingkungan sepakbola Indonesia menjadi faktor utama dalam memilih klub. Dengan latar belakangnya, ia diharapkan dapat membawa Persija ke tingkat yang lebih tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
