Menteri PU: 93 Lokasi Sekolah Rakyat 62% Progres, Target Juni
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, mengungkapkan perkembangan proyek Sekolah Rakyat pada 30 Mei 2026. Menurut data, rata‑rata progres fisik pada 93 lokasi sudah mencapai 62,63 %, sedangkan progres keuangan hanya 41,76 %. Kementerian PU menegaskan komitmen menyelesaikan semua titik tersebut.
“Setelah dicek keseluruhan dari kesiapan lahan dan lainnya, Insyaallah kami targetkan selesai Juni 2026. Kami akan terus mengejar agar 93 titik ini dapat fungsional seluruhnya untuk mendukung tahun ajaran baru pada 01 Juli 2026,” ujar Dody, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian PU.
Masalah utama yang dihadapi sebagian kontraktor adalah keterbatasan arus kas. Untuk mengatasinya, Kementerian PU berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara (Bank BUMN). “Untuk penyedia jasa yang mengalami kendala cash flow, kami sudah berkoordinasi dengan Danantara agar dapat dibantu oleh perbankan Himbara,” jelas Dody.
Di sisi tenaga kerja, kementerian akan melibatkan dukungan Zeni TNI, seperti yang pernah dilakukan di Sekolah Rakyat Lombok Utara. “Dari sisi tenaga kerja, kami akan melibatkan dukungan Zeni TNI seperti yang telah kami lakukan pada SR di Lombok Utara, pada titik‑titik yang mengalami keterlambatan progres sehingga target penyelesaian tetap bisa dikejar,” tambahnya.
Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR. Langkah-langkahnya meliputi penambahan tenaga kerja, jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Hingga 25 Mei 2026, proyek telah menyerap 71.579 tenaga kerja.
Selain Tahap II, kementerian juga mempersiapkan Tahap III. Tahap IIIA sudah memasuki proses lelang di 7 lokasi, Tahap IIIB berada di tahap persiapan lelang di 11 lokasi, dan Tahap IIIC masih memerlukan pemenuhan readiness criteria di 89 lokasi.
“Kami berharap readiness criteria dan masalah lahan seperti status kepemilikan, pematangan lahan, AMDAL dan seterusnya pada 89 titik lokasi Tahap IIIC dapat segera diselesaikan bersama pemerintah daerah, dijembatani oleh KSP dan Kemendagri. Sehingga dapat segera dilakukan lelang, dan pembangunan dapat selesai paling lambat Juni 2027. Sehingga siswa‑siswa yang saat ini ada di SR rintisan 2025/2026 bisa pindah ke SR permanen pada tahun ajaran baru 01 Juli 2027,” jelas Dody.
Proyek Sekolah Rakyat ini menandai upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan di daerah terpencil. Dengan dukungan lembaga keuangan, militer, dan koordinasi lintas sektor, target penyelesaian diharapkan tercapai tepat waktu, memberi dampak positif bagi generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
