Menteri Ungkap Permintaan Garuda & Saudia Tambah Harga Haji
Gambar atau konten salah?
Di sebuah konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan permintaan maskapai terkait kenaikan harga tiket haji. Ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga avtur.
Garuda Indonesia, salah satu maskapai utama, meminta tambahan biaya sekitar Rp 7 juta per jemaah. Sementara itu, Saudia Airlines menuntut kenaikan sebesar US$ 485, setara dengan Rp 8,29 juta per jemaah menggunakan kurs Rp 17 100.
Dalam kalimatnya, Irfan menyatakan, “Garuda hitungnya mereka minta tambahan Rp 7 juta sekian per jemaah, dan sementara Saudia minta US$ 485 per jemaah tambahan,” ungkap Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Angka Rp 1,77 triliun yang disebutkan adalah perhitungan maksimal. Namun, jumlah sebenarnya bisa jauh lebih rendah. Irfan berspekulasi bahwa angka tersebut belum tentu disetujui, dan pihaknya masih bernegosiasi agar kenaikan tidak sebesar yang diminta.
“Dan tentu kita tidak akan minta sekian juga dituruti karena kita akan melakukan perundingan ini yang bener berapa anggarannya, Rp 1,77 triliun adalah angka yang bisa maksimal diajukan, nanti akan kita dirundingkan lagi sebenarnya berapa yang harus ditutup oleh kita,” papar Irfan.
Ia menambahkan, “Insyaallah ada kemungkinan ada bisa turun lagi. karena mereka berdasarkan pada harga avtur, kan sekarang harga avtur kan turun. Mereka ajukan ini saat sebelum gencatan senjata, pada saat angka harga minyak sedang berada di titik puncaknya,” jelasnya menambahkan.
Perundingan ini berlangsung dengan memperhatikan situasi dan kondisi terkini, termasuk fluktuasi harga minyak mentah. Menteri menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi lebih lanjut.
Kesimpulannya, permintaan kenaikan tiket haji masih dalam proses negosiasi. Kenaikan yang diusulkan oleh Garuda dan Saudia dipengaruhi oleh biaya avtur, sementara pemerintah berupaya menyesuaikan angka agar tidak terlalu memberatkan jemaah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
