Doa Awal Muharram: Membuka Tahun Baru dengan Syukur

Hendra M. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Doa Awal Muharram: Membuka Tahun Baru dengan Syukur

Gambar atau konten salah?

Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, juga dikenal sebagai bulan mulia yang dihormati Allah SWT. Karena keistimewaannya, ia dinamakan Syahrullah, artinya “bulan Allah”. Saat bulan ini tiba, umat Islam diminta untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam upaya memperkuat rasa syukur dan harapan akan keberkahan, salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa awal bulan Muharram. Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa ini dapat diamalkan selama sepuluh hari berturut‑turut. Doa tersebut dapat dibaca langsung tiga kali, atau digabungkan dengan sujud syukur.

Berikut adalah tata cara mengamalkan doa awal bulan Muharram dengan memulai sujud syukur terlebih dahulu:

  1. Berniat Sujud Syukur

    Niatan sujud syukur dibacakan sebagai berikut:

    نَوَيْتُ سُنَّةً لِسُجُودِ الشُّكْرِ لِلَّهِ تَعَالَى

    “Nawaitu sunnatan lisujudisy syukri lillaahi ta'aalaa.”

    Artinya: “Saya berniat sunnah untuk melakukan sujud Syukur karena Allah Ta'ala.”

  2. Takbiratur Ihram

    Takbir yang dibacakan adalah:

    اللهُ أَكْبَرُ

    “Allaahu akbar.”

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

  3. Melakukan Sujud Syukur

    Selama sujud syukur, terdapat beberapa bacaan yang diamalkan. Pertama, tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

    “Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaailaaha illallaah, wallaahu akbar.”

    Artinya: “Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar.”

    Selanjutnya, shalawat 10 kali:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    “Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.”

    Artinya: “Ya Allah, semoga shalawat tetap kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.”

    Doa sapu jagat 10 kali:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    “Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah waqinaa 'adzaabannaar.”

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Doa sujud ini dibaca satu kali:

    سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ

    “Sajada waj-hi lilladzii khalaqahuu wa shawwarahuu wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu bihaulihi wa quwwatihi fatabarakallaahu ahsanal khaaliqiin.”

    Artinya: “Aku sujudkan wajahku ini kepada yang menciptakannya dan membentuk rupanya dan yang membuka pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik‑baik Pencipta.”

    Selanjutnya, doa ini dibaca satu kali lagi:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي حَقًّا حَقًّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًا. اللَّهُمَّ إِنَّ عَمَلِي ضَعِيفٌ فَضَاعِفْ لِي. اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    “Subhaanaka allaahumma anta rabbii haqqan haqqaa, sajadtu laka yaa rabbi ta'abbudan wa riqqaa. Allaahumma inna 'amali dha'iifun fadhaa'iflii. Allaahumma qinii 'adzaabaka yauma tub'atsu 'ibaaduka watub 'alayya innaka antat tawwaabur rahiim.”

    Artinya: “Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku yang sebenarnya, aku sujud kepada‑Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa‑Mu pada hari di mana hamba‑hamba‑Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.”

  4. Mengucap Salam

    Setelah sujud, salam dilanjutkan dengan bacaan:

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    “Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.”

    Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah atas kalian semua.”

  5. Membaca Baqiyatush Shalihat

    Baqiyatush shalihat dibaca tiga kali. Bacaan lengkapnya:

    سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ العَلِي الْعَظِيمِ

    “Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah. Allaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.”

    Artinya: “Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar. Tidak daya dan kekuatan selain pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

  6. Membaca Doa Awal Bulan Muharram

    Doa awal bulan Muharram, atau doa awal tahun, dibaca tiga kali. Berikut bacaan lengkapnya:

    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِي الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَا عَامُ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنِ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَبْهِ وَسَلَّمَ

    “Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallam. Allaahumma antal abadiyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu-awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad akbala ilainaa. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi wajunuudihii wal 'auni 'alaa hadzihin nafsil ammaarati bissuu-i wal ishtighaali bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'aala aalihi wa shahbihii wasallam.”

    Artinya: “Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan, hanya kepada anugerah‑Mu yang agung dan kedermawanan‑Mu yang menjadi tempat bergantung. Dan, inilah tahun baru yang benar‑benar telah datang. Kami memohon kepada‑Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, pembantu‑pembantunya, dan bala tentaranya. Dan, kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, dan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada‑Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw. serta keluarga dan sahabatnya.”

Doa-doa tersebut, bila diikuti dengan benar, membentuk rangkaian ibadah yang memfokuskan hati pada rasa syukur dan harapan akan keberkahan sepanjang tahun. Praktik ini tidak hanya meningkatkan kesadaran spiritual, tetapi juga menegaskan komitmen umat Islam untuk memulai tahun baru dengan niat yang bersih dan penuh keikhlasan.

Muharramdoa awal bulansujud syukurtakbirtasbihshalawatBaqiyatush

Komentar

Memuat komentar...