Buaya 4 Meter Melintas Sungai Cimandiri, Warga Waspada
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Cimandiri terkejut ketika mendengar kabar tentang buaya yang diperkirakan panjangnya 4 meter. Kejadian ini menambah kekhawatiran warga setempat yang sudah terbiasa melihat hewan ini berkeliaran di sekitar peternakan.
Warga bernama Udon, yang tinggal di Desa Jayanti, mengaku sering menampakkan buaya ini di area peternakan ayam dan sapi. Ia berkata, “Predator ini kerap meresahkan masyarakat karena sering mondar-mandir di dekat area peternakan. Kejadiannya kemarin, kadang di dekat peternakan ayam, kadang di peternakan sapi di bawah dia diamnya. Penampakan ini memang sering bikin heboh warga.”
Udon juga menambahkan bahwa buaya-buaya tersebut mungkin sudah menjadikan aliran sungai ini sebagai tempat berkembang biak. Ia menegaskan, “Kemungkinan besar buaya di sungai itu beranak. Kalau dilihat dari ukurannya yang beda-beda saat muncul, kemungkinan jumlahnya lebih dari empat ekor yang ada di sekitar sini.”
Video singkat berdurasi sekitar 30 detik, yang direkam oleh seorang warga di tepi sungai, memperlihatkan buaya berenang tenang di permukaan air kecokelatan. Perekam video tersebut bersuara tegas: “Tah, penampakan buaya di Sungai Cimandiri. Hati-hati yang suka mancing, yang suka jala ikan di Cimandiri. Nah, buaya muncul lagi nih di belakang pabrik es, Caringin, Jayanti. Hati-hati yang suka beraktivitas di Sungai Cimandiri,” sambil menunjuk pada buaya yang sedang bergerak di air.
Warga lain, seperti Nanan dari Kampung Mariuk, juga merasakan ketakutan yang sama. Ia mengingatkan, “Buaya di aliran sungai itu memang ada dan warga di sini sudah tahu. Makanya, saya sangat mengimbau warga, terutama yang sering beraktivitas di aliran sungai untuk ekstra waspada. Termasuk juga para pemancing atau yang cari ikan, jangan sampai lengah.”
Fenomena ini bukan kejadian pertama di daerah tersebut. Sejak lama, aliran Sungai Cimandiri dikenal sebagai habitat alami bagi buaya muara Crocodylus porosus di wilayah selatan Sukabumi. Buaya-buaya ini sering naik ke bantaran sungai untuk berjemur atau terbawa arus ketika debit air meningkat.
Otoritas setempat, termasuk kepolisian dan relawan, terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak aman dari bibir sungai. Mereka menekankan pentingnya tidak mengganggu habitat satwa liar guna menghindari konflik fatal antara manusia dan buaya.
Peristiwa ini kembali menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan warga di sekitar sungai. Masyarakat disarankan untuk selalu waspada, terutama bagi para pemancing dan peternak yang sering berada di dekat air. Dengan menjaga jarak dan menghormati habitat buaya, potensi konflik dapat diminimalkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
