Meta Coba Kloning CEO Zuckerberg Jadi AI Interaksi Karyawan
Gambar atau konten salah?
Teknologi kloning saat ini belum mampu menciptakan manusia tiruan. Meta mencoba alternatif dengan membuat kloningan CEO Mark Zuckerberg versi AI.
Menurut laporan Financial Times, kloningan AI Zuckerberg dirancang untuk berinteraksi dan memberi umpan balik kepada karyawan bila CEO tidak sempat atau tidak mau.
Seorang sumber familiar mengatakan Meta sedang mengembangkan karakter 3D yang diotaki AI dengan desain fotorealistis, dapat berinteraksi dengan pengguna secara real‑time.
Proyek ini diprioritaskan untuk mengembangkan karakter AI Zuckerberg. Sumber lain menyebut Zuckerberg terlibat langsung dalam melatih dan menguji coba kloningan AI-nya.
Karakter AI tersebut dilatih berdasarkan citra dan suara Zuckerberg, serta gerak-gerik, intonasi, dan pernyataan publiknya, agar karyawan merasa lebih terhubung melalui interaksi tersebut.
Karakter AI juga mempelajari pemikiran Zuckerberg tentang strategi terbaru perusahaan, sehingga dapat memberikan saran kepada karyawan. Engadget mencatat hal ini pada Selasa, 14 April 2026.
Jika eksperimen ini berhasil, Meta mungkin akan mengizinkan kreator dan influencer membuat avatar AI mereka sendiri. Pada tahun 2024, Meta memamerkan demonstrasi karakter AI yang dapat dibuat oleh kreator.
Raksasa media sosial ini juga mulai mengizinkan kreator membuat versi AI diri mereka sendiri untuk berinteraksi dengan komentar follower di Instagram. Pengguna dapat membuat chatbot AI custom, namun fitur ini tidak dapat diakses oleh pengguna remaja mulai tahun ini.
Selain melatih kloningan AI, Zuckerberg juga lebih terlibat dengan proyek AI Meta, menghabiskan 5–10 jam per minggu untuk coding dalam proyek lain dan mengikuti tinjauan teknis.
Pada bulan Maret, Wall Street Journal mengungkap Zuckerberg sedang menciptakan agen AI berdasarkan dirinya untuk membantunya menyelesaikan tugas sehari‑hari. Proyek ini terpisah dari yang dilakukan Meta untuk membuat kloningan AI CEO-nya.
Inisiatif ini menandai langkah Meta dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, sekaligus membuka kemungkinan bagi pengguna membuat avatar AI pribadi, sementara Zuckerberg tetap aktif dalam pengembangan teknologi tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
