Meta Luncurkan Muse Spark, Model AI Pertamanya di Meta

Fajar H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 175 dibaca
Bisik.id
Meta Luncurkan Muse Spark, Model AI Pertamanya di Meta

Gambar atau konten salah?

Meta baru saja memperkenalkan model kecerdasan buatan besar pertamanya setelah merekrut Alexandr Wang dari Scale AI sembilan bulan lalu. Langkah ini bagian dari upaya perusahaan induk Facebook untuk bersaing di pasar AI yang kini didominasi oleh OpenAI, Anthropic, dan Google.

Model yang diberi nama Muse Spark adalah yang pertama dari seri Muse. Pembangunannya dilakukan oleh Meta Superintelligence Labs, unit AI yang dipimpin Wang. Ia bergabung dengan Meta pada bulan Juni sebagai bagian dari investasi senilai USD 4,3 miliar di Scale AI, di mana ia menjabat CEO.

Meta sangat ingin merebut kembali momentum di pasar AI yang sangat kompetitif setelah debut mengecewakan model sebelumnya. Rilis tersebut gagal memikat pengembang, sehingga membuat CEO Mark Zuckerberg mengubah strategi. “Sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali tumpukan AI kami dari awal, bergerak lebih cepat daripada siklus pengembangan mana pun yang pernah kami jalankan sebelumnya,” kata Meta yang dikutip dari CNBC.

“Model awal ini sengaja dirancang agar kecil dan cepat, namun cukup mumpuni untuk menalar pertanyaan-pertanyaan kompleks di bidang sains, matematika, dan kesehatan. Ini adalah fondasi kuat, dan generasi berikutnya sudah dalam tahap pengembangan,” imbuhnya.

Meta tidak memposisikan Muse Spark sebagai model AI papan atas, melainkan menyoroti efisiensi dan performa kompetitif dalam berbagai tugas. Saat ini, Meta belum mampu menembus pasar model AI secara signifikan dan pesaing utamanya telah melesat. OpenAI dan Anthropic kini secara kolektif bernilai lebih dari USD 1 triliun, dan teknologi Gemini milik Google semakin tenar.

Taruhan ini sangat besar, karena pasar AI generatif global diperkirakan tumbuh lebih dari 40% setiap tahun, meroket dari sekitar USD 22 miliar pada 2025 menjadi hampir USD 325 miliar pada 2033, menurut laporan Grand View Research. Meta terus meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur AI. Dalam laporan pendapatan terbaru, Meta mengatakan belanja modal terkait AI tahun 2026 akan berkisar antara USD 115 miliar hingga USD 135 miliar, hampir dua kali lipat capex tahun lalu.

Muse Spark akan bersifat eksklusif (proprietary), namun ada harapan untuk menjadikan model di masa mendatang sebagai open source. Mereka sebelumnya mengambil pendekatan open source untuk AI melalui model Llama. Model baru ini sekarang menenagai asisten digital di aplikasi mandiri Meta AI dan situs web desktop.

Muse Spark akan memulai debutnya dalam beberapa minggu mendatang di dalam Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, serta di kacamata Ray‑Ban Meta AI. Meta juga merencanakan agar Muse Spark pada akhirnya menggerakkan fitur video Vibes AI di aplikasi Meta AI. Layanan tersebut saat ini menggunakan model AI dari pihak ketiga seperti Black Forest Labs.

Dengan Muse Spark, pengguna aplikasi mandiri Meta AI dan situs web terkait akan dapat beralih di antara mode-mode tertentu, tergantung kerumitan prompt. Pengguna dapat mengetuk satu mode untuk mendapatkan jawaban cepat atas pertanyaan sederhana dan mode lainnya untuk kueri lebih rumit seperti analisis dokumen hukum. Selain itu, mode Kontemplasi (Contemplating mode) akan diluncurkan bertahap untuk kueri dan tugas paling rumit. Meta AI yang telah dirombak dengan Muse Spark juga akan menyertakan mode Belanja yang akan dapat membantu pengguna membeli pakaian atau mendekorasi ruangan.

Secara keseluruhan, peluncuran Muse Spark menandai langkah penting Meta dalam upaya memperkuat posisi di industri AI. Dengan fokus pada efisiensi dan fleksibilitas, perusahaan berusaha menyesuaikan diri dengan persaingan yang semakin ketat. Sementara pasar AI generatif terus berkembang, Meta berusaha memanfaatkan teknologi internalnya untuk tetap relevan di tengah perubahan cepat.

MetaMuse SparkAlexandr WangScale AIAI generatifOpenAILlama

Komentar

Memuat komentar...