Meta Luncurkan WhatsApp Plus: Langganan Premium Ringan
Gambar atau konten salah?
Meta terus mencari cara untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari basis penggunanya yang sangat besar. Setelah mencoba layanan berbayar di Facebook dan Instagram, kini fokusnya beralih ke WhatsApp.
WhatsApp Plus adalah paket berlangganan berbayar yang dikembangkan untuk pengguna yang lebih aktif. Layanan ini tidak mengganggu atau membatasi fungsi dasar aplikasi. Pengiriman pesan, panggilan suara, panggilan video, dan keamanan enkripsi end-to-end tetap gratis.
Versi beta terbaru aplikasi Android sudah menampilkan beberapa fitur premium. Pengguna dapat mengaksesnya melalui pembaruan aplikasi yang sedang diuji coba.
Berikut fitur eksklusif yang ditawarkan oleh langganan WhatsApp Plus:
- Ganti Tema Aplikasi: 18 pilihan warna baru, mulai dari Vibrant Blue hingga Fuchsia Pink.
- Ikon Aplikasi Kustom: 14 desain ikon, dari minimalis pastel hingga tema nebula kosmik.
- Sematkan (Pin) 20 Obrolan: Versi gratis hanya dapat menyematkan 3 obrolan, sedangkan pelanggan Plus dapat memaku hingga 20.
- Stiker Premium: Paket stiker eksklusif dengan efek animasi yang menempati seluruh layar obrolan.
- Nada Dering Premium: 10 nada dering panggilan eksklusif.
- Peningkatan Manajemen Chat Lists: Pengaturan tema dan nada dering secara massal untuk semua obrolan dalam satu daftar grup.
Harga berlangganan bulanan diperkirakan cukup terjangkau. Di Eropa, biayanya tercatat sebesar EUR 2,49 (sekitar Rp 43 ribu) per bulan. Di wilayah lain, estimasi harga berkisar USD 2,99 per bulan.
WhatsApp Plus masih berada dalam fase uji coba terbatas untuk pengguna Android guna mengumpulkan umpan balik. Jika evaluasi berjalan lancar, layanan berlangganan dengan perpanjangan otomatis ini akan dirilis secara lebih luas untuk platform iOS, Mac, dan perangkat lainnya, demikian dikutip oleh 9to5Mac pada Senin (27 April 2026).
Secara keseluruhan, WhatsApp Plus ditujukan sebagai opsi tambahan bagi pengguna yang ingin menyesuaikan tampilan dan mengelola percakapan lebih rapi. Fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium bersifat opsional dan berbayar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Meta untuk menambah sumber pendapatan sambil menjaga kepuasan pengguna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
