Mi Instan Rasa Ayam Picu Wabah Salmonella di Eropa

Wati N. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Mi Instan Rasa Ayam Picu Wabah Salmonella di Eropa

Gambar atau konten salah?

Hasil investigasi mendalam soal wabah bakteri yang meresahkan warga Eropa akhirnya menemukan titik terang. Otoritas kesehatan di sana memastikan bahwa mi instan rasa tertentu menjadi penyebab utama melonjaknya kasus infeksi bakteri Salmonella. Lebih dari 100 orang di berbagai negara Eropa dilaporkan terinfeksi.

Laporan investigasi bersama yang dirilis oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) mengidentifikasi produk yang memicu wabah ini. Produk tersebut adalah mi instan rasa ayam (chicken-flavored instant noodles).

Sampai saat ini, tercatat sekitar 106 kasus infeksi Salmonella yang terkonfirmasi dan saling berkaitan erat. Kasus-kasus ini tersebar di beberapa negara, termasuk Jerman, Inggris, Prancis, hingga Denmark.

"Melalui analisis pelacakan dan investigasi epidemiologis, ditemukan bukti kuat yang mengarah pada konsumsi produk mi instan rasa ayam yang diproduksi oleh sebuah produsen spesifik," tulis pernyataan resmi ECDC.

Selama proses investigasi, para ahli menyisir seluruh rantai pasok dan bahan baku pembuatan mi instan. Fokus penyelidikan mengarah kuat pada kantong bumbu (flavoring sachet) yang ada di dalam kemasan mi instan tersebut. Bumbu bubuk rasa ayam itu diduga kuat telah terkontaminasi bakteri Salmonella sebelum dikemas dan didistribusikan ke pasaran.

Bakteri ini diketahui mampu bertahan hidup dalam kondisi kering. Artinya, bahan pangan berbentuk bubuk atau rempah-rempah bisa menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri ini untuk hidup.

Sebagai langkah pencegahan cepat, otoritas keamanan pangan di negara-negara terdampak langsung menarik produk mi instan yang dicurigai dari rak-rak supermarket. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan. Perusahaan yang memproduksi mi instan tersebut, Reeva Food, menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang.

"Keselamatan konsumen kami adalah prioritas utama kami," tutur pihak Reeva Food.

Pihak medis mengingatkan masyarakat untuk waspada jika mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi produk sejenis. Infeksi Salmonella umumnya menyerang saluran pencernaan. Gejala awalnya berupa:

  • Diare parah (terkadang berdarah)
  • Demam tinggi yang muncul mendadak
  • Kram dan nyeri perut yang hebat
  • Mual dan muntah

Meskipun sebagian besar korban dapat pulih tanpa pengobatan khusus dalam waktu 4 hingga 7 hari, infeksi ini bisa berakibat fatal bagi kelompok rentan. Anak-anak di bawah usia 5 tahun, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah berisiko tinggi mengalami dehidrasi parah. Mereka bahkan mungkin membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Wabah ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap bahan baku makanan olahan, terutama produk kering seperti bumbu instan. Bakteri Salmonella yang mampu bertahan dalam kondisi kering menjadi ancaman serius jika rantai produksi tidak steril. Langkah penarikan produk yang cepat oleh otoritas setempat menjadi kunci untuk mencegah lebih banyak korban berjatuhan.

mi instansalmonellawabaheuropainfeksibakteripenarikan produk

Komentar

Memuat komentar...