Wabah Salmonella di 14 Negara Terkait Mi Instan

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Wabah Salmonella di 14 Negara Terkait Mi Instan

Gambar atau konten salah?

Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa melaporkan adanya wabah infeksi salmonella yang diduga kuat terkait dengan produk mi instan berbumbu. Sebanyak 106 kasus telah dikonfirmasi tersebar di 14 negara. Kelompok yang paling banyak terpapar adalah anak-anak dan dewasa muda.

European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mengeluarkan pernyataan bersama. Dari total kasus yang teridentifikasi, setidaknya 49 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kedua lembaga ini menyebut produk mi instan berbumbu sebagai sumber yang paling mungkin dari wabah lintas negara yang masih berlangsung hingga kini.

"Produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi yang masih berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang mengaitkan kasus-kasus tersebut pada produk dari merek yang sama," tulis EFSA dan ECDC dalam pernyataan resmi mereka.

Meski tidak menyebutkan nama merek secara langsung, kedua lembaga mengatakan kasus infeksi berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley. Bakteri ini terhubung dengan produsen di Ukraina. Belakangan, perusahaan Reva Foods mengungkap adanya dugaan temuan bakteri Salmonella Stanley pada salah satu batch mi instan yang dipasarkan di kawasan Baltik. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, produsen mi asal Ukraina.

Perusahaan menyatakan telah melakukan investigasi internal. Mereka juga menarik batch produk yang diduga terkontaminasi dari peredaran. Selain itu, Reeva Foods memperketat pengawasan melalui pengujian laboratorium independen, audit regulasi, pemantauan lingkungan produksi, hingga penerapan langkah-langkah pencegahan tambahan. "Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," demikian pernyataan perusahaan.

Menurut EFSA dan ECDC, kasus infeksi telah ditemukan di 14 negara. Negara-negara tersebut meliputi:

  • Austria
  • Britania Raya
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Prancis
  • Jerman
  • Hungaria
  • Latvia
  • Lithuania
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Swedia

Investigasi mikrobiologi menemukan strain wabah di Jerman dan Lithuania pada produk mi instan rasa ayam serta ayam pedas. Namun, otoritas menyebut penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber kontaminasi secara pasti.

Infeksi salmonella umumnya menimbulkan gejala berupa diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, dan kram perut. Sebagian besar pengidapnya dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, infeksi dapat menjadi lebih serius pada anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Wabah ini menunjukkan bagaimana produk pangan yang beredar lintas negara dapat membawa risiko kesehatan yang meluas. Kasus yang menyebar di 14 negara dengan satu sumber yang sama menekankan pentingnya pengawasan rantai pasok pangan internasional, terutama pada produk yang banyak dikonsumsi anak muda.

salmonellami instanwabahinfeksiEropakeamanan panganpenarikan produkkontaminasi

Komentar

Memuat komentar...