Microsoft Pilih Gunawan Susanto Jadi GM Indonesia Baru
Gambar atau konten salah?
Microsoft telah menunjuk Gunawan Susanto sebagai Country General Manager baru untuk Indonesia, menggantikan Dharma Simorangkir yang sebelumnya memimpin perusahaan teknologi tersebut di Tanah Air.
Penunjukan ini terjadi di tengah fokus Microsoft memperluas adopsi kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud di Indonesia. Dalam peran barunya, Gunawan akan memimpin bisnis dan kemitraan Microsoft di Indonesia, mencakup sektor publik, perusahaan besar, startup, hingga usaha kecil dan menengah.
Ia juga akan bertanggung jawab mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, pengembangan talenta digital, serta pertumbuhan ekosistem teknologi yang inklusif. Mayank Wadhwa, Presiden Microsoft ASEAN, menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling berpengaruh di Asia dengan potensi besar memimpin era AI. “Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling berpengaruh di Asia, dengan skala, talenta, dan ambisi untuk memimpin di era AI. Dengan pengalaman dan pemahaman lokal yang dimiliki Gunawan, kami akan membantu organisasi-organisasi di Indonesia mengubah ambisi tersebut menjadi dampak nyata, sekaligus memajukan komitmen kami untuk memberdayakan setiap individu dan organisasi di negara ini. Saya sangat senang menyambut Gunawan untuk memimpin babak baru Microsoft Indonesia ini,” ujar Mayank Wadhwa dikutip dari siaran pers, Rabu, 17 Juni 2026.
Gunawan bukan nama baru di industri teknologi Indonesia. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan lebih dari dua dekade dan sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO di AWS Indonesia serta IBM Indonesia. Selama kariernya, ia dikenal aktif membantu perusahaan dan organisasi di berbagai sektor memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi dan mempercepat pertumbuhan bisnis.
Selain berkiprah di sektor teknologi, Gunawan juga terlibat dalam investasi layanan kesehatan melalui dana private equity dan saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Dayamitra Telekomunikasi. Dalam pernyataannya, ia mengaku antusias bergabung dengan Microsoft Indonesia pada saat perkembangan AI semakin pesat. Ia menilai teknologi dapat menjadi kekuatan besar untuk mendorong perubahan positif dan mendukung transformasi digital nasional. “Komitmen Microsoft terhadap inovasi dan pemberdayaan sangat sejalan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan besar bagi perubahan yang positif. Saya secara khusus terinspirasi oleh potensi untuk memanfaatkan kapabilitas Microsoft dalam mendukung transformasi digital Indonesia, sekaligus memajukan misi pribadi saya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi setiap warga Indonesia,” tuturnya.
Penunjukan Gunawan juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Microsoft di Indonesia. Perusahaan sebelumnya mengumumkan investasi senilai USD 1,7 miliar selama empat tahun untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI di Indonesia. Microsoft juga terus memperluas program pengembangan talenta digital, termasuk melalui inisiatif Microsoft Elevate yang telah menjangkau lebih dari 2 juta peserta di Indonesia.
Dengan pengalaman luas dan komitmen terhadap inovasi, Gunawan Susanto siap memimpin fase baru Microsoft Indonesia, memperkuat ekosistem teknologi, dan memajukan transformasi digital di tanah air.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
