Minyak WTI Naik ke US$90,70 karena Ketegangan Iran Pasar Dunia
Gambar atau konten salah?
Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat naik pada hari Selasa, 21 April 2024. Ketidakpastian perundingan perdamaian dengan Iran dan ketatnya Selat Hormuz menjadi penyebab utama.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) naik 59 sen, atau 0,7%, menjadi US$ 90,70 per barel. Nilai ini mencatat kenaikan 2,8% pada hari itu.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Tujuannya agar kedua negara dapat terus berunding dan mengakhiri konflik yang menewaskan ribuan orang.
Trump berkata, “Akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka (Iran) diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara,” dikutip dari Reuters, Rabu, 22 April 2026.
Pernyataan Trump tampak sepihak. Belum jelas apakah Iran atau sekutu AS, Israel, setuju memperpanjang gencatan yang dimulai dua minggu lalu.
Trump juga menyatakan akan melanjutkan blokade pelabuhan dan pantai Iran. Iran menilai tindakan ini sebagai perang.
Tidak ada komentar langsung dari pemimpin senior Iran. Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, menyatakan Iran belum meminta perpanjangan gencatan dan mengancam blokade AS dengan kekerasan.
Selat Hormuz, yang biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, masih terbatas. Pada 21 April 2024, hanya tiga kapal yang melewati jalur tersebut menurut data pengiriman.
Harga minyak terus dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Perubahan harga dapat memengaruhi ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
