Misi Berawak Pertama ke Bulan, NASA Luncurkan Artemis II

Fandi R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Misi Berawak Pertama ke Bulan, NASA Luncurkan Artemis II

Gambar atau konten salah?

Moon Rocket Space Launch System (SLS) milik NASA dan wahana antariksa Orion berhasil meluncur membawa misi Artemis II pada 01 April 2026 pukul 18.35 waktu setempat atau 02 April 2026 pukul 05.35 WIB. Peluncuran ini menjadi penerbangan berawak pertama NASA menuju Bulan sejak program Apollo berakhir lebih dari lima puluh tahun lalu.

Roket raksasa setinggi 98 meter yang dijuluki Moon Rocket lepas landas dari Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Florida, tepat pada jendela peluncuran dua jam yang dibuka pukul 18:24 waktu setempat. Sebelum lepas landas, tim peluncuran mengalami penundaan kecil akibat isu teknis minor yang segera teratasi, lalu akhirnya memberikan “go for launch” secara bulat.

Ribuan orang menyaksikan langsung di sekitar pantai Florida, sementara jutaan lainnya menonton siaran langsung NASA di YouTube dan media sosial. Saat lepas landas, dua solid rocket booster menyala terlebih dahulu, menghasilkan lebih dari 75% daya dorong yang dibutuhkan untuk mengangkat roket seberat 5.000 ton dari landasan. Gabungan daya dorong kedua booster bersama empat mesin RS‑25 menghasilkan total 8,8 juta pon gaya saat liftoff.

Setelah keluar dari gravitasi Bumi, Orion terpisah dari roket SLS dan melanjutkan perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Selama perjalanan, kru akan menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi di lingkungan luar angkasa dalam (deep space). Orion akan melakukan “U‑turn” di belakang Bulan menggunakan gravitasi bulan (lunar flyby) sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.

Empat astronot yang berada di dalam kapsul Orion bernama Integrity adalah:

  • Reid Wiseman (Komandan, NASA)
  • Victor Glover (Pilot, NASA) – orang kulit hitam pertama yang terbang ke Bulan
  • Christina Koch (Mission Specialist, NASA) – wanita pertama yang terbang ke Bulan
  • Jeremy Hansen (Mission Specialist, Canadian Space Agency) – astronot Kanada pertama yang ikut misi lunar

Peluncuran Artemis II menandai kembalinya manusia ke jalur menuju Bulan setelah lebih dari setengah abad. Program Artemis bertujuan tidak hanya mendaratkan astronot di Bulan, tetapi juga membangun kehadiran berkelanjutan di sana sebagai batu loncatan menuju Mars di masa depan. “Godspeed, Artemis II!” demikian ucapan NASA menyambut peluncuran bersejarah ini.

Artemis II merupakan penerbangan kedua SLS, misi berawak pertama wahana Orion, sekaligus misi berawak pertama yang melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 pada 1972. Misi ini dirancang sebagai uji validasi sistem. NASA akan menguji sistem pendukung kehidupan Orion, navigasi, tautan komunikasi, serta kinerja keseluruhan di luar angkasa dalam kondisi nyata bersama kru – sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya disimulasikan di Bumi.

Beberapa rekor penerbangan luar angkasa manusia diperkirakan akan tercapai. Victor Glover akan menjadi orang berkulit berwarna pertama yang meninggalkan orbit rendah Bumi, Christina Koch menjadi perempuan pertama, dan Reid Wiseman menjadi orang tertua yang melakukan hal yang sama. Jeremy Hansen akan menjadi warga negara non‑AS pertama yang bepergian melampaui orbit rendah Bumi menuju kawasan Bulan. Karena peluncuran pada 01 April, kru akan melampaui rekor jarak terjauh manusia dari Bumi yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13, yakni 248.655 mil dari Bumi.

Jika Artemis II sukses, misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III – misi orbit Bumi rendah berawak – lalu Artemis IV yang bertujuan mendaratkan astronot di Bulan, hingga misi‑misi berikutnya yang berpotensi membangun kehadiran manusia secara permanen di luar Bumi. NASA menyebut misi Artemis II akan meletakkan fondasi bagi eksplorasi manusia yang aman dan efisien di Bulan dan Mars.

Peluncuran ini menandai tonggak penting bagi eksplorasi luar angkasa. Dengan menguji sistem dalam kondisi nyata, NASA menyiapkan landasan teknis dan operasional untuk misi berawak lebih jauh, termasuk pendaratan di Bulan dan perjalanan ke Mars. Keberhasilan Artemis II akan memperkuat kemampuan manusia untuk menjelajah ruang angkasa, sekaligus menegaskan komitmen internasional terhadap eksplorasi berkelanjutan.

Artemis IISLSOrionNASABulanPeluncuranAstronot

Komentar

Memuat komentar...