Motor Bebek Jadi Pilihan Utama, Penjualan 6,4 Juta Unit 2025

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Motor Bebek Jadi Pilihan Utama, Penjualan 6,4 Juta Unit 2025

Gambar atau konten salah?

Motor bebek masih menjadi pilihan banyak pengendara di Indonesia. Pada akhir tahun 2025, penjualan sepeda motor mencapai 6,4 juta unit, naik 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di pasar domestik, tiga pabrikan utama masih memproduksi motor bebek: Honda, Yamaha, dan TVS. Setiap merek menawarkan berbagai varian dengan harga yang berbeda, tergantung spesifikasi dan fitur yang disediakan.

Honda memimpin daftar harga dengan model-model berikut:

  • Revo Fit: Rp 18,085 juta
  • Revo X: Rp 20,015 juta
  • Supra X 125 Spoke FI: Rp 21,5 juta
  • Supra X 125 CW FI: Rp 22,525 juta
  • Supra GTR 150 Sporty: Rp 27,39 juta
  • Supra GTR 150 Exclusive: Rp 27,64 juta
  • Super Cub C125: Rp 80,241 juta
  • CT125: Rp 82,839 juta

Yamaha menawarkan:

  • Vega Force: Rp 19,9 juta
  • Jupiter Z1: Rp 22,28 juta
  • MX King 150: Rp 28,725 juta

Model TVS yang terjangkau termasuk:

  • XL100: Rp 15,2 juta
  • Neo XR: Rp 14,9 juta

Dengan harga Rp 14,9 juta, TVS Neo XR menjadi motor bebek termurah di pasar. Sebaliknya, Honda CT125 menempati posisi tertinggi dengan harga Rp 82,839 juta.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), motor matic masih mendominasi penjualan dengan kontribusi 91,7 persen. Motor bebek menyumbang 4,46 persen, sedangkan motor sport hanya 3,51 persen. Motor listrik, meski masih kecil, sudah mencatat kontribusi di bawah 1 persen.

Secara keseluruhan, pasar motor bebek di Indonesia menunjukkan variasi harga yang luas, dari model entry-level TVS Neo XR hingga varian premium Honda CT125. Meskipun penjualan motor matic tetap dominan, minat terhadap motor bebek tetap ada, mencerminkan kebutuhan pengendara akan kendaraan yang praktis dan ekonomis.

motor bebekHondaYamahaTVSpenjualan 2025motor maticharga motorpasar Indonesia

Komentar

Memuat komentar...