MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia
Gambar atau konten salah?
Pasar saham Indonesia menghadapi risiko besar. Statusnya bisa diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market dalam indeks MSCI. Ini bukan keputusan final, melainkan masih dalam tahap konsultasi.
MSCI mencatat kapitalisasi pasar Indonesia di indeksnya merosot tajam. Dari Januari hingga 30 September 2026, nilainya anjlok dari US$ 119,14 miliar menjadi hanya US$ 53,35 miliar. Penurunan mencapai 55% dalam waktu sembilan bulan. "Sejak 1 Januari 2026, kapitalisasi pasar indeks total telah turun 55%," tulis proposal konsultasi MSCI pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Bukan cuma kapitalisasi yang menyusut. Bobot saham Indonesia di indeks MSCI juga ikut menciut. Dari 1,16% turun drastis menjadi 0,43% dalam periode yang sama. Jumlah perusahaan Indonesia yang masuk dalam indeks juga berkurang. Awalnya ada 18 konstituen, kini tinggal sembilan hingga akhir September 2026. "Bobotnya dalam Indeks MSCI Emerging Markets (EM) telah turun dari 1,16% menjadi 0,43%," jelas proposal tersebut.
Bagaimana rincian bobot sektor untuk Indeks MSCI Indonesia? Sektor keuangan mendominasi dengan angka 71,71%. Disusul layanan komunikasi 10,70%, industri 7,81%, bahan baku 6,34%, dan energi 3,44%.
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan opsi penurunan status ini. Mereka membuka konsultasi dengan para pelaku pasar. Keputusan akhir akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
Apa penyebabnya? MSCI menyebut kekhawatiran berkelanjutan tentang aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius. "Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi," tulis pengumuman MSCI pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Jika status diturunkan menjadi Standalone Market, Indonesia akan keluar dari kategori negara berkembang dalam indeks MSCI. Ini bisa berdampak pada minat investor asing. Sebab, banyak dana global yang hanya berinvestasi di pasar dengan status Emerging Market. Penurunan status berarti Indonesia tidak lagi masuk dalam daftar incaran mereka. Semua masih tergantung pada hasil konsultasi yang berlangsung hingga pertengahan 2027.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI
OJK Denda BREN, CUAN, dan DSSA Triliunan Rupiah
Bank Mandiri Buka Suara soal Gadai Saham Haji Isam
MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI
BEI Temui MSCI, Cegah Status Pasar RI Turun Lagi
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Support di 5.092
Berita Terbaru
Antrean BBM di Bali Mulai Landai
reNIKOLA Teken Kontrak Gas Limbah Sawit 15 Tahun
Pasokan Pertalite Sulut Naik 30%, Antrean SPBU Mulai Terurai
Danantara Tetapkan 34 Lembaga untuk Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik
Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur
IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI
OJK Denda BREN, CUAN, dan DSSA Triliunan Rupiah
