Mudik Gratis 18 Ribu Warga, Bus dan Kereta Siap Berangkat
Gambar atau konten salah?
Pada hari Jumat, 27 Maret 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumumkan bahwa arus balik gratis tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus yang diberangkatkan dari sejumlah titik.
Ia menegaskan bahwa 18 ribu warga akan dibantu mudik gratis. “Pemprov Jateng hampir 18 ribu masyarakat kita bantu mudik gratis. Jadi busnya jumlahnya 325 bus, berangkatkan dari Taman Mini dan Bandung,” kata Luthfi di Stasiun Tawang Semarang.
Program mudik‑baik gratis ini ditujukan bagi pekerja informal, termasuk tukang bakso, driver ojek online, dan buruh pabrik. Luthfi menjelaskan lebih lanjut tentang layanan kereta api: “Mudik‑balik menggunakan Kereta api itu ada 18 gerbong, (jurusan) Stasiun Pasar Senen‑Stasiun Tawang, Stasiun Pasar Senen‑Solo,” jelasnya.
Hari ini, ratusan peserta sudah naik kereta menuju Pasar Senen. “Hari ini ada 320 (peserta), 4 gerbong. Besok bus yang banyak, di Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang, Banyumas. Di beberapa terminal juga kita siapkan bus untuk arus balik,” terungkap Luthfi.
Ia menambahkan, “Hari ini pemberangkatan arus balik menggunakan kereta api, besok dari beberapa terminal juga disiapkan bus,” sambil menegaskan bahwa bus akan berangkat dari berbagai terminal termasuk Donohudan Boyolali dan Terminal Mangkang.
“Bayangkan mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, pulang itu uangnya sudah tipis, sehingga ada balik gratis ini mereka sangat senang sekali,” ungkap Luthfi, menekankan kebahagiaan warga yang mendapat layanan ini.
Ia juga mengingatkan para perantau agar tetap semangat bekerja dan menjaga hubungan dengan keluarga di kampung. “Kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung (keluarga) masih menunggu,” tuturnya.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang, menambahkan bahwa bank turut berkontribusi dengan menyediakan kuota untuk mudik‑balik gratis. “Tahun ini Bank Jateng untuk bus menyediakan 65. Untuk gerbong kereta ada empat. Ada 4 gerbong, baik untuk berangkat maupun baliknya,” jelas Bambang.
Ia menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi bus yang digunakan: “Sehingga bus yang kita sediakan itu paling tua tahun 2024, bahkan ada yang tahun 2026. Seluruh bus itu H-1 sudah kumpul di stasiun dan kita briefing seluruh driver-nya jangan ada yang ngantuk dan tetap menjaga tata tertib lalu lintas,” tambahnya.
Bank Jateng menegaskan bahwa layanan ini ditujukan khusus bagi pekerja informal dari Jawa Tengah yang bekerja di Jabodetabek. “Ini adalah para pekerja informal. Ada tukang bakso, pegawai bangunan, buruh pabrik, semuanya yang memang bukan pekerja struktural. Ada sopir bajaj, angkot, ojol, para penjual, yang bekerja di Jabodetabek,” ujar Bambang.
Program ini menandai upaya pemerintah provinsi untuk memudahkan warga yang bekerja di luar daerah kembali ke kampung halaman, sekaligus menjaga hubungan sosial dan ekonomi antara perantau dan keluarga di Jawa Tengah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Garuda Atur Jadwal Pemulangan Haji 2026 di Jeddah.
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Operasi Patuh 2026: Penegakan Lalu Lintas Serempak Nasional
Prancis Jadi Negara dengan Pemain Terbanyak Piala Dunia 2026
Knicks Kalahkan Spurs 105-95, Brunson 30 Poin di Frost
Sony Beri 3 Game PS4/PS5 Gratis untuk Anggota PS Plus
Kucing Terapi Pinecone Jadi Asisten Guru Seni Rhode Island
