Musk di Pengadilan: Tantangan OpenAI ke Profit Kasus

Fandi R. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Musk di Pengadilan: Tantangan OpenAI ke Profit Kasus

Gambar atau konten salah?

Elon Musk hadir di pengadilan untuk membela kasus OpenAI, menuduh CEO Sam Altman mengubah arah perusahaan menjadi profit. Hakim Yvonne Gonzalez Rogers sejak hari pertama menegaskan jadwal: sidang dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 14.00. Pada hari kedua, ia menuntut para pengacara menginformasikan secara tepat berapa lama setiap saksi akan berbicara serta durasi pernyataan penutup.

Ketegangan memuncak saat pemeriksaan silang Musk. Rogers meminta Musk menjawab pertanyaan saja beberapa kali ketika ia menyimpang. Ia juga dilarang membahas “kiamat AI hipotetis”. Pada hari Kamis, ketika Musk menyela pertanyaan terakhir Savitt dan menyebutnya “mengarahkan”, Rogers mengingatkannya bahwa ia bukan pengacara. “Ya, saya bukan pengacara. Saya memang mengambil mata kuliah Hukum 101, secara teknis,” balas Musk. “Anda tidak memiliki pernyataan tentang hukum, setidaknya tidak di pengadilan ini,” jawab Rogers.

Persidangan ini menarik perhatian publik sejak awal. Gedung pengadilan dipenuhi orang yang ingin menyampaikan pendapat atau sekadar menonton. Para pengunjuk rasa menentang AI dan Musk muncul setiap hari, mengenakan kostum robot atau membawa potongan gambar Musk seukuran aslinya. Suasana di dalam ruang sidang seringkali diibaratkan “seperti Halloween di bulan April”.

Kasus ini menyoroti ketegangan antara inovasi teknologi dan regulasi hukum. Musk, pendiri SpaceX, menuntut agar OpenAI kembali mengikuti perjanjian awal, sementara Altman berusaha memperluas model bisnis. Peran hakim menegaskan pentingnya prosedur hukum, termasuk pengaturan waktu bicara. Sementara itu, publik tetap menunggu keputusan akhir yang akan memengaruhi arah industri AI di masa depan.

Elon MuskOpenAIpersidanganYvonne Gonzalez Rogershukumregulasi AISpaceX

Komentar

Memuat komentar...