Musk: Uang Bukan Kunci Kebahagiaan, Cuban Berbeda Tanggapan

Sigit W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Musk: Uang Bukan Kunci Kebahagiaan, Cuban Berbeda Tanggapan

Gambar atau konten salah?

Elon Musk, orang terkaya di dunia, mengungkapkan pandangannya tentang uang pada 5 Februari 2026 di platform X. Ia menulis, “Siapa pun yang mengatakan 'uang tidak bisa membeli kebahagiaan' benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” diikuti emoji wajah sedih.

Postingan tersebut memicu reaksi beragam dari netizen. Salah satu respon paling cepat datang dari investor miliarder Mark Cuban. Ia menanggapi dengan kata-kata singkat, “Jika Anda bahagia saat miskin, Anda akan sangat bahagia jika menjadi kaya. Jika Anda sengsara, Anda akan tetap sengsara, hanya saja dengan tekanan finansial yang jauh lebih sedikit,” mengutip unggahan Musk.

Cuban menekankan bahwa uang dapat menghilangkan beban, namun tidak memperbaiki kerusakan yang sudah ada. Ia menilai pandangan itu penting mengingat rasa hormatnya terhadap Musk sebagai pembangun dan pengambil risiko.

“Yang paling saya hormati dari Anda adalah Anda mempertaruhkan semuanya dengan uang Anda sendiri untuk perusahaan rintisan Anda,” puji Cuban kepada Musk tahun lalu. Ia menambahkan, “Kebanyakan orang tidak punya nyali untuk melakukannya,” menegaskan keberanian Musk dalam mendanai perusahaannya sendiri.

Walaupun mengagumi Musk, Cuban tidak ragu untuk menantang pendapatnya secara terbuka ketika tidak setuju. Hal ini menunjukkan dinamika diskusi yang tetap jujur.

Sejak SpaceX bergabung dengan perusahaan AI dan media sosial xAI, Musk menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan lebih dari USD 800 miliar atau lebih dari Rp 13.802 triliun. Hingga saat ini, ia menempati posisi pertama orang terkaya di dunia.

Kesimpulannya, pernyataan Musk menyoroti keterbatasan uang dalam menciptakan kebahagiaan, sementara komentar Cuban menegaskan bahwa keberanian dan risiko tetap menjadi kunci kesuksesan, terlepas dari jumlah kekayaan yang dimiliki.

Elon MuskuangkebahagiaanMark CubanSpaceXxAIkekayaanrisiko

Komentar

Memuat komentar...