Nanik Deyang Dilantik Kepala BGN, Fokus Makan Bergizi
Gambar atau konten salah?
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, mengungkap dua alasan utama di balik penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada pengalaman dan disiplin Nanik.
Alasan pertama adalah pemahaman mendalam Nanik tentang kegiatan BGN. Menurut Prasetyo, Nanik sudah lama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Ia menegaskan, “Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional.”
Alasan kedua menyoroti sikap ketat dan tegas Nanik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prasetyo menilai Nanik memiliki kedisiplinan tinggi dalam menegakkan semua SOP di BGN. Ia menambahkan, “Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat.”
Prasetyo menyatakan bahwa Nanik akan dilantik secara resmi minggu depan. Sebelum pelantikan, Nanik diminta melakukan sejumlah perbaikan di BGN. Ia berkata, “Kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita.”
Secara administratif hukum, ketiga pejabat sudah sah menjadi pimpinan BGN sejak keputusan Presiden ditetapkan. “Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu,” pungkasnya.
Pengangkatan Nanik menandai langkah penting dalam pengelolaan gizi nasional. Dengan latar belakang yang kuat dan komitmen disiplin, diharapkan BGN dapat memperkuat program MBG dan meningkatkan kualitas makanan bagi penerima manfaat. 4 Juni 2026 menjadi tonggak baru bagi BGN dalam upaya mencapai tujuan gizi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
