NASA Luncurkan Artemis II: Komunikasi Laser 4K Dari Bulan
Gambar atau konten salah?
NASA meluncurkan misi Artemis II yang menandai langkah penting bagi manusia di luar angkasa. Salah satu inovasi utama adalah sistem komunikasi laser terbaru, Orion Artemis II Optical Communications (O2O). Sistem ini dapat mengirim video resolusi Ultra‑High‑Definition (4K) langsung dari bulan ke Bumi.
Dengan kecepatan hingga 260 Mbps, O2O menggantikan sistem radio klasik yang digunakan pada era Apollo. Video, foto, dan data misi dapat dipindahkan secara real‑time, memberi para astronot di pesawat Orion kemampuan untuk mengirim rekaman 4K, rencana penerbangan, dan prosedur operasi secara langsung ke pusat kendali.
Keunggulan teknologi laser terlihat jelas. Pertama, kecepatan data tinggi memungkinkan transfer file besar tanpa menunggu lama. Kedua, efisiensi ruang dan berat menjadi penting di dalam kapsul. Perangkat laser lebih ringan dan memakan ruang lebih sedikit dibandingkan sistem radio tradisional, memberi lebih banyak ruang bagi awak dan peralatan penelitian. Ketiga, fidelity gambar jauh lebih tinggi dibandingkan transmisi hitam‑putih pada misi Apollo, sehingga visual yang diterima di Bumi lebih tajam dan detail.
Untuk mendukung koneksi berkecepatan tinggi, NASA menyiapkan dua stasiun bumi: Las Cruces, New Mexico dan Table Mountain, California. Kedua lokasi dipilih karena langit yang biasanya cerah, kondisi yang diperlukan agar sinyal laser tidak terganggu oleh atmosfer.
Meski teknologi laser menjadi fokus utama, Orion tetap terhubung melalui Deep Space Network (DSN), jaringan antena global di California, Spanyol, dan Australia. DSN berfungsi sebagai cadangan kritis jika cuaca di Bumi menghalangi transmisi laser. Selain itu, sistem radio tradisional tetap aktif sebagai backup.
Namun, ada batasan teknis. Selama 41 menit ketika Orion melintas di belakang bulan, sinyal laser maupun radio terblokir oleh massa padat bulan. Pada periode ini, komunikasi harus menunggu hingga pesawat kembali terhubung dengan pusat kendali.
Para astronot Artemis II akan menggunakan kamera digital Nikon untuk mengabadikan lanskap bulan, termasuk sisi jauh yang belum pernah dilihat manusia. Data visual ini akan dikirim secara real‑time melalui O2O, memberi publik akses langsung ke pemandangan luar angkasa.
Dengan kombinasi teknologi laser berkecepatan tinggi dan jaringan radio cadangan, misi ini menandai langkah maju dalam komunikasi antariksa. Kecepatan data yang tinggi dan efisiensi ruang memungkinkan lebih banyak data dipindahkan dan lebih banyak ruang bagi peralatan penelitian, sekaligus menjaga keamanan komunikasi melalui sistem cadangan. Ini menunjukkan bahwa meski teknologi baru, sistem lama tetap relevan sebagai jaminan kontinuitas misi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
