Negosiasi Indonesia–Iran Buka Jalur Hormuz untuk Dua Kapal Pertamina

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Negosiasi Indonesia–Iran Buka Jalur Hormuz untuk Dua Kapal Pertamina

Gambar atau konten salah?

Dua kapal milik Pertamina, Gamsunoro dan Pertamina Pride, belum mendapat izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia terus bernegosiasi agar kedua kapal tersebut dapat melintas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut negosiasi masih berlangsung dan berjalan positif.

Negosiasi tersebut dilaksanakan oleh ESDM dan Kemenlu. Bahlil mengajak masyarakat Indonesia untuk berdoa agar kapal-kapal tersebut segera bisa melintas Selat Hormuz.

Bahlil menegaskan, “Masih positif,” ketika dikutip pada Senin, 11 Mei 2026. Ia juga mengatakan, “Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Kemenlu itu juga kita lakukan terus. Doakan ya.”

Namun, Bahlil belum mengungkap detail pembicaraan. Ia menekankan bahwa beberapa hal tidak dapat diungkapkan ke publik di tengah kondisi geopolitik yang masih berlangsung. “Karena tidak semua harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka tapi jangan terlalu banyak terbuka-terbukalah,” ujarnya.

Sebelumnya, Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Vega Pita mengatakan ada dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Ia mengaku kondisi kedua kapal aman.

Pada Minggu, 19 April 2026, Vega berkata, “Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman.” Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder hingga pekan lalu, Gamsunoro terdeteksi berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, sementara Pertamina Pride berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi.

Vega menyatakan pihaknya akan terus memantau dan siaga terhadap segala situasi terbaru. Ia menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) agar kedua kapal dapat segera berlayar setelah jalur laut dibuka. “Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” jelas Vega.

Kedua kapal tersebut masih berada di wilayah Teluk Persia, menunggu izin dari Iran. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menuntut jalur laut terbuka bagi armada Pertamina.

Keadaan ini menyoroti ketergantungan Pertamina pada jalur laut internasional dan pentingnya diplomasi dalam menjaga arus logistik energi. Negosiasi yang masih berlangsung menandakan upaya Indonesia untuk memastikan ketersediaan bahan bakar bagi negara.

PertaminaSelat HormuzGamsunoroPertamina PrideIranIndonesianegosiasigeopolisi

Komentar

Memuat komentar...