Negosiasi Indonesia–Iran Buka Jalur Hormuz untuk Dua Kapal Pertamina
Gambar atau konten salah?
Dua kapal milik Pertamina, Gamsunoro dan Pertamina Pride, belum mendapat izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia terus bernegosiasi agar kedua kapal tersebut dapat melintas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut negosiasi masih berlangsung dan berjalan positif.
Negosiasi tersebut dilaksanakan oleh ESDM dan Kemenlu. Bahlil mengajak masyarakat Indonesia untuk berdoa agar kapal-kapal tersebut segera bisa melintas Selat Hormuz.
Bahlil menegaskan, “Masih positif,” ketika dikutip pada Senin, 11 Mei 2026. Ia juga mengatakan, “Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Kemenlu itu juga kita lakukan terus. Doakan ya.”
Namun, Bahlil belum mengungkap detail pembicaraan. Ia menekankan bahwa beberapa hal tidak dapat diungkapkan ke publik di tengah kondisi geopolitik yang masih berlangsung. “Karena tidak semua harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka tapi jangan terlalu banyak terbuka-terbukalah,” ujarnya.
Sebelumnya, Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Vega Pita mengatakan ada dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Ia mengaku kondisi kedua kapal aman.
Pada Minggu, 19 April 2026, Vega berkata, “Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman.” Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder hingga pekan lalu, Gamsunoro terdeteksi berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, sementara Pertamina Pride berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi.
Vega menyatakan pihaknya akan terus memantau dan siaga terhadap segala situasi terbaru. Ia menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) agar kedua kapal dapat segera berlayar setelah jalur laut dibuka. “Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” jelas Vega.
Kedua kapal tersebut masih berada di wilayah Teluk Persia, menunggu izin dari Iran. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menuntut jalur laut terbuka bagi armada Pertamina.
Keadaan ini menyoroti ketergantungan Pertamina pada jalur laut internasional dan pentingnya diplomasi dalam menjaga arus logistik energi. Negosiasi yang masih berlangsung menandakan upaya Indonesia untuk memastikan ketersediaan bahan bakar bagi negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
