Negosiasi Trump Buka Selat Hormuz, Menyok Gelar Perdamaian

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Negosiasi Trump Buka Selat Hormuz, Menyok Gelar Perdamaian

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia telah berunding tentang insentif dengan Iran terkait kesepakatan damai. Poin utama yang dibicarakan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi logistik energi dunia.

Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah hampir selesai dan akan segera diumumkan. Ia menegaskan bahwa perjanjian ini dapat mengakhiri konflik yang telah menekan pasar energi global dan mendorong inflasi AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengaku telah melakukan panggilan telepon dari kantor Oval Office dengan pemimpin negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, dan Israel. Semua pihak fokus pada penyelesaian persyaratan dengan Republik Islam Iran.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” kata Trump dalam unggahan di platform media sosial.

Ia menambahkan, “Rincian kesepakatan disebutnya sedang dibahas dan akan segera diumumkan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital.”

Namun, sebuah laporan menyebut bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengelolaan Iran, menurut teks terbaru yang dipertukarkan antara Iran dan AS. Pernyataan tersebut menentang pengumuman Trump tentang pembukaan selat tersebut sebagai bagian dari kesepakatan yang hampir selesai.

Seorang analis mengungkapkan bahwa kesepakatan potensial akan menetapkan kerangka kerja untuk pembicaraan nuklir, melonggarkan sanksi terhadap Iran, dan mencairkan aset luar negeri bagi Iran. Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April, meski situasi menahan serangan sempat diselingi beberapa bentrokan saat AS dan Iran berebut Selat Hormuz.

Konflik antara Iran dan AS telah memicu krisis energi global terburuk dalam beberapa dekade, menurut para ahli. Harga energi menjadi lebih tinggi di seluruh dunia dan memicu inflasi yang meningkat.

Kesepakatan ini, jika berhasil, dapat menstabilkan pasar energi dan menurunkan tekanan inflasi di AS. Namun, masih ada ketidakpastian mengenai finalisasi detailnya, terutama mengenai kontrol Selat Hormuz. Hasil akhir akan sangat memengaruhi dinamika politik dan ekonomi di kawasan Teluk serta dunia.

Presiden TrumpIranSelat HormuzKesepakatan damaiInflasiEnergi globalSanksi nuklir

Komentar

Memuat komentar...