Nematoda Beragam Ditemukan di Gurun Atacama, Tanda Kehidupan

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Nematoda Beragam Ditemukan di Gurun Atacama, Tanda Kehidupan

Gambar atau konten salah?

Gurun Atacama di Chile, yang dikenal sebagai gurun paling kering di dunia, kini menjadi tempat baru bagi para ilmuwan untuk menemukan kehidupan. Pada 26 Maret 2026, para peneliti melaporkan bahwa wilayah yang hampir tidak memiliki air ini ternyata menampung komunitas organisme yang lebih beragam dari yang pernah diperkirakan.

Gurun ini memiliki curah hujan yang sangat rendah, sehingga hampir tidak ada sistem air yang tersisa. Kondisi ini membuatnya sering dianggap tidak layak dihuni oleh makhluk hidup. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa di dalam tanah gurun, terdapat nema—cacing mikroskopis yang hidup di dalam tanah—yang mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem tersebut.

Para ilmuwan menemukan bahwa komunitas nematoda di Atacama tidak hanya terdiri dari satu atau dua spesies, melainkan mencakup 21 famili dan 56 genus nematoda. Ini jauh lebih banyak daripada perkiraan sebelumnya. Keanekaragaman ini menunjukkan bahwa organisme ini dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang sangat keras, bahkan di tempat yang paling kering di planet ini.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa sebagian besar nematoda di wilayah ini berkembang biak secara aseksual. Metode ini, yang dikenal sebagai “sekang”, memungkinkan organisme tersebut memperbaiki diri dan memperkuat struktur mereka sebelum menghadapi tekanan lingkungan. Mekanisme ini membantu mereka bertahan di kondisi yang sangat keras.

Menurut Institute of Zoology, University of Cologne, Philipp Schiffer menekankan pentingnya temuan ini dalam konteks perubahan iklim global. “Seiring meningkatnya kekeringan global, hasil ini menjadi semakin relevan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa memahami cara organisme bertahan di lingkungan ekstrem dapat membantu ilmuwan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap ekosistem.

Schiffer juga menambahkan, “Memahami bagaimana organisme beradaptasi di lingkungan ekstrem dan faktor lingkungan yang memengaruhi penyebarannya dapat membantu memperkirakan konsekuensi ekologis dari perubahan iklim,” jelasnya. Temuan ini membuka kemungkinan baru dalam pencarian kehidupan di luar Bumi, karena gurun Atacama sering dijadikan analog planet Mars.

Keberadaan komunitas nematoda di Atacama memperkuat dugaan bahwa kehidupan dapat muncul atau bertahan di planet lain dengan kondisi ekstrem seperti Mars. Penemuan ini menunjukkan bahwa batas kehidupan di Bumi jauh lebih luas daripada yang sebelumnya diperkirakan, dan memberi sinyal bahwa adaptasi dapat terjadi di tempat yang tampak tidak mungkin.

Gurun Atacamanematodakeanekaragamankekeringanekstremperubahan iklimMars

Komentar

Memuat komentar...