NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Genjot Desa Berdaya
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Universitas Mataram (Unram) dalam sebuah kolaborasi baru. Program Desa Berdaya yang digagas pemda akan dipadukan dengan gerakan Profesor Berdampak 2026 milik Unram. Kesepakatan ini sudah ditandatangani oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Prof Sukardi.
Menurut Iqbal, kerja sama dengan pihak universitas ini diharapkan bisa mendorong keberhasilan program pembangunan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan inovasi dan keilmuan dari para guru besar. Tujuannya agar program pembangunan bisa tepat sasaran.
"Dengan ilmu para guru besar dan profesor, kami berharap dapat membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, terutama program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini," ujar Iqbal di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis, 09 Juli 2026.
Iqbal menekankan bahwa kemiskinan di NTB tidak bisa diatasi hanya dengan menyalurkan bantuan sosial. Menurutnya, masyarakat justru membutuhkan pemantik ekonomi yang berkelanjutan. Bantuan sosial seperti BPJS atau PKH saja tidak cukup.
"Masyarakat butuh pendampingan dan inspirasi bisnis, bukan sekadar jaring pengaman sosial seperti BPJS atau PKH," tegas Iqbal.
Iqbal mengaku rutin turun langsung ke desa-desa dalam setahun terakhir. Selain pendamping desa yang sudah direkrut melalui program Desa Berdaya, ia berharap inovasi para profesor bisa menggerakkan bisnis lokal di desa-desa miskin di NTB. "Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kami menyadari bahwa mereka butuh lebih dari sekadar jaring pengaman sosial untuk sekadar meneruskan hidup. Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa," imbuh mantan Duta Besar RI untuk Turki itu.
Rektor Unram Prof Sukardi menjelaskan program Profesor Berdampak dirancang agar riset dan keilmuan para dosen senior memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan industri. Unram telah menyiapkan pasukan khusus yang terdiri dari 22 kelompok dengan total 120 profesor untuk mengawal ekosistem Desa Berdaya.
"Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," kata Sukardi.
Sukardi memproyeksikan program ini akan diperluas secara masif. Tahun depan, Unram tidak hanya akan melibatkan jajaran profesor. Para dosen muda serta mahasiswa yang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) juga akan dilibatkan untuk memperkuat pendampingan ekonomi di desa-desa NTB.
Kolaborasi ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk memanfaatkan sumber daya akademik dalam mengatasi masalah kemiskinan. Pendekatan yang menggabungkan bantuan sosial dengan pendampingan bisnis dan inovasi dari kalangan profesor diharapkan bisa menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat desa di NTB.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPBD Bali Jadikan Command Center 112 Gianyar Acuan BES
Wabup Gianyar Jawab Fraksi, 12 Kali WTP Berturut-turut
Teknisi Listrik Tewas Tersengat Arus di Kolam Renang Seminyak
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda, Tersisa 1,5 Hektare
DPRD Buleleng Bantah Kursi Kosong Akibat Konflik
Bupati Badung Dukung Penuh Proyek PSEL Denpasar Raya
Berita Terbaru
NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Genjot Desa Berdaya
Jadwal Sholat 38 Kota di Jatim, 10 Juli 2026
Yakin: Argentina Rentan, Swiss Siap Kejutkan Juara
Sakelar Hangat: Normal atau Tanda Bahaya?
Bom Aktif Perang Dunia II Ditemukan Pemancing di Blitar
Pearce Peringatkan Tuchel: Jangan Paksakan Rice
Audisi PB Djarum 2026: Putri Dinilai Menjanjikan
Ratusan Ular Kobra Kabur Saat Banjir Terjang China
Proyek Sekolah Rakyat Trenggalek Rampung Juli 2026
Air Minum Kemasan Butuh 27 Tahun Perjalanan dari Hujan
