BPBD Bali Jadikan Command Center 112 Gianyar Acuan BES
Gambar atau konten salah?
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyambangi Command Center 112 Gianyar. Kunjungan itu difokuskan pada pembahasan lanjutan pengembangan layanan darurat 112 untuk sektor kebencanaan, sebuah inisiatif yang digagas langsung oleh BPBD Bali. Rombongan datang untuk melihat langsung bagaimana pusat kendali darurat di Gianyar beroperasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan bahwa layanan Command Center 112 Gianyar kini dijadikan acuan dalam pembentukan Bali Emergency Service (BES). BES sendiri adalah sistem layanan darurat terpadu yang mencakup seluruh wilayah di Bali. "Layanan kedaruratan Command Center 112, telah menjadi rujukan dalam pengembangan Bali Emergency Service (BES) di tingkat provinsi," kata Dibya pada Kamis, 09 Juli 2026.
Kunjungan itu tidak sekadar melihat ruang kendali. Dibya menambahkan, momen tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman antar daerah. Mereka membahas tata kelola layanan darurat dari berbagai sisi. Mulai dari regulasi, mekanisme operasional, pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan operator, hingga pola koordinasi lintas perangkat daerah dan instansi vertikal. Semua itu dianggap penting untuk membangun sistem tanggap darurat yang efektif.
Lebih detail lagi, rombongan juga menggali alur pelaporan warga hingga sampai ke instansi terkait. Dibya menjelaskan bagaimana setiap laporan dari masyarakat harus bisa diteruskan secara cepat ke pihak yang berwenang. Instansi yang terlibat antara lain BPBD, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, PSC 119, Kepolisian, Satpol PP, PLN, PUPR, dan perangkat daerah lainnya. "Membahas bagaimana setiap laporan masyarakat dapat diteruskan secara cepat kepada instansi yang berwenang," ujarnya.
Kepala UPTD Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bali, I Wayan Suryawan, memberikan apresiasi terhadap Command Center 112 Gianyar. Ia menilai layanan ini mencerminkan komitmen semua unsur yang bekerja dalam satu koordinasi yang solid. "Teknologi dapat kita hadirkan, tetapi keberhasilan layanan sangat ditentukan oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi seluruh pihak dalam bekerja bersama," kata Suryawan.
Bagi Suryawan, komitmen dan koordinasi antarinstansi sangat penting dalam menangani keadaan darurat yang dilaporkan masyarakat maupun wisatawan. Kecepatan penanganan juga tidak kalah krusial. Namun ia menekankan bahwa yang paling utama adalah kolaborasi yang baik. "Pada akhirnya, layanan kegawatdaruratan bukan sekadar tentang seberapa cepat kita menerima laporan. Yang lebih penting adalah seberapa baik kita mampu berkolaborasi agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan benar-benar menyelamatkan masyarakat," pungkasnya.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa Gianyar menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan sistem darurat di Bali. Melalui berbagi pengalaman dan koordinasi lintas daerah, diharapkan layanan 112 bisa semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wabup Gianyar Jawab Fraksi, 12 Kali WTP Berturut-turut
Teknisi Listrik Tewas Tersengat Arus di Kolam Renang Seminyak
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda, Tersisa 1,5 Hektare
DPRD Buleleng Bantah Kursi Kosong Akibat Konflik
Bupati Badung Dukung Penuh Proyek PSEL Denpasar Raya
Wisatawan Lokal Dianggap Tak Diinginkan di Pantai Blue Lagoon
Berita Terbaru
BPBD Bali Jadikan Command Center 112 Gianyar Acuan BES
DPR Dorong PRSU Masuk Kalender Nasional
Pemain Cadangan Cetak 18,6% Gol di Piala Dunia 2026
Cafu Ramal Brasil Tersingkir, Terbukti
Prancis Efisien, Maroko All-Out di Piala Dunia
Pelatihan Brevet Pajak AB: Praktik Langsung Isi SPT
Kapal Raksasa Pertamina Pride Sukses Lintasi Selat Hormuz
Uji Coba Ulang MLFF Tahun Ini, BUJT Tolak Skema Pembayaran