Bupati Badung Dukung Penuh Proyek PSEL Denpasar Raya

Ratna D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bupati Badung Dukung Penuh Proyek PSEL Denpasar Raya

Gambar atau konten salah?

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Proyek ini berlokasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Menurutnya, kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah cepat untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat di wilayah Sarbagita—singkatan dari Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

"Astungkara, peletakan batu pertama PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar," kata Adi Arnawa saat menghadiri acara tersebut pada Rabu, 08 Juli 2026.

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah setidaknya 1.200 ton sampah setiap harinya. Sampah tersebut berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Infrastruktur pengolahan sampah berbasis energi ini diharapkan bisa mengurangi timbunan sampah, menekan emisi gas rumah kaca, dan menjaga pariwisata Bali. "Persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini, Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Adi Arnawa.

Pemerintah Kabupaten Badung mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat dan Danantara dalam mewujudkan proyek ini. Keberadaan fasilitas ini diyakini akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen lingkungan di Bali. "Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata. Kami berharap fase konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan secara luas," tutur Adi Arnawa.

Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh sejumlah pejabat. Hadir dalam acara tersebut Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, dan Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Turut hadir Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali.

"Fasilitas PSEL ini menjadi momentum transformasi nyata untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Proyek ini juga merupakan bagian dari strategi nasional dalam memanfaatkan teknologi ramah lingkungan," kata Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Fasilitas pengolahan sampah terpadu ini ditargetkan rampung dalam waktu 15 bulan masa konstruksi fisik. Semua pihak terkait berkomitmen memastikan pengerjaan berjalan sesuai jadwal. "Kami menegaskan komitmen untuk mengawal ketat target konstruksi ini. Hal tersebut penting dilakukan agar fasilitas ini siap beroperasi komersial tepat waktu di akhir tahun 2027," tegas Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.

Proyek PSEL Denpasar Raya merupakan salah satu upaya konkret mengatasi masalah sampah perkotaan di Bali. Dengan kapasitas pengolahan yang besar, fasilitas ini diharapkan mengurangi beban TPA dan menghasilkan energi listrik. Keberhasilannya akan bergantung pada penyelesaian konstruksi tepat waktu dan dukungan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan.

PSEL Denpasar Rayapengolahan sampahenergi listrikBaliSarbagitadukungan pemerintahpariwisata

Komentar

Memuat komentar...