Teknisi Listrik Tewas Tersengat Arus di Kolam Renang Seminyak
Gambar atau konten salah?
Seorang teknisi listrik panggilan berinisial SS (46) meninggal dunia setelah tersengat listrik saat sedang memasang MCB (miniature circuit breaker) pada pompa kolam renang. Peristiwa nahas ini terjadi di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung, Bali.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyampaikan bahwa korban adalah Warga Negara Indonesia yang meninggal akibat tersengat arus listrik saat bekerja di Villa Kasa Artista yang beralamat di Jalan Sari Dewi Nomor 17, Seminyak, Kuta. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 09 Juli 2026.
Insiden tersebut terjadi pada pukul 19.52 Wita, Rabu, 08 Juli 2026. Menurut keterangan, petugas kebersihan vila bernama I Made Desta melihat SS sedang mengganti MCB di sisi barat kolam renang. Desta sempat menawarkan kopi kepada teknisi tersebut, namun SS menolak dan melanjutkan pekerjaannya memasang satu MCB lagi. Tidak lama kemudian, Desta mendengar teriakan dari arah kolam.
"Beberapa saat kemudian, ketika korban sedang memotong kabel, korban tiba-tiba berteriak, 'aduh'. Mendengar hal tersebut, saksi segera mematikan aliran listrik dengan menurunkan seluruh MCB pada panel listrik," jelas Adi.
Setelah mematikan listrik, Desta memanggil petugas keamanan vila untuk membantu mengevakuasi SS ke teras vila. Saat dievakuasi, napas korban tersengal-sengal. Desta kemudian menghubungi Klinik Bakthi Venanta untuk meminta bantuan medis. Petugas medis yang tiba di lokasi segera memeriksa denyut nadi, pernapasan, dan refleks pupil SS.
Sayangnya, nyawa pria asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu sudah tidak tertolong. Jenazahnya kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
Pihak manajemen vila telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuta. Polisi mengamankan sejumlah barang milik SS, antara lain tang, obeng, senter, bor, ponsel, dan sepasang sandal.
Tim identifikasi Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan pada tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul. Namun, ditemukan luka yang diduga akibat sengatan listrik pada jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kiri korban.
"Dari hasil keterangan saksi-saksi bahwa korban saat bekerja tidak menggunakan APD (alat pelindung diri) yaitu korban tidak menggunakan alas kaki (sandal korban ditaruh disamping kolam) dan korban tidak menggunakan sarung tangan," urai Adi.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya penggunaan alat pelindung diri saat bekerja dengan instalasi listrik. Korban tidak memakai alas kaki dan sarung tangan saat bekerja di area yang basah di dekat kolam renang, yang meningkatkan risiko tersengat listrik. Luka sengatan ditemukan pada tiga jari tangan kirinya, yang merupakan jalur masuknya arus listrik ke tubuh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda, Tersisa 1,5 Hektare
DPRD Buleleng Bantah Kursi Kosong Akibat Konflik
Bupati Badung Dukung Penuh Proyek PSEL Denpasar Raya
Wisatawan Lokal Dianggap Tak Diinginkan di Pantai Blue Lagoon
Pendaftaran SD dan SMP di Badung Diperpanjang
Nihil Calon Kades di Manduang, Perpanjangan Pendaftaran Jadi Harapan
Berita Terbaru
Teknisi Listrik Tewas Tersengat Arus di Kolam Renang Seminyak
Wagub Jabar Janji Perbaiki Terminal Palabuhanratu Tahun Ini
KASAU Turun ke Sawah, Dorong Swasembada Gula
Rekor Gol Injury Time Piala Dunia 2026 Pecahkan Sejarah 1966
Maroko Incar Balas Dendam ke Prancis di Perempatfinal
Game Pass Jauh dari Target: 30 Juta vs 77 Juta
Prabowo: Banyak Pihak Remehkan Swasembada Pangan
KPK-Kejati Jabar Bahas Hambatan Proses Hukum