Oki Muraza: Pertamina Fokus Gas Bumi untuk Ketahanan Energi

Rini S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Oki Muraza: Pertamina Fokus Gas Bumi untuk Ketahanan Energi

Gambar atau konten salah?

Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa perusahaan minyak milik negara (NOC) memiliki peran ganda: menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai peran tersebut semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik, dinamika pasar energi global, dan tantangan transisi energi.

Dalam keterangan tertulis pada 22 Mei 2026, Oki menyatakan, “Selain memberikan kontribusi bagi penerimaan negara, NOC juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi. Karena itu, strategi pengembangan energi tidak hanya bertumpu pada minyak, tetapi juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang mampu menyediakan energi lebih terjangkau dengan emisi yang lebih rendah,

Ia menambahkan bahwa NOC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjalankan mandat untuk berkontribusi terhadap perekonomian sekaligus menjaga ketahanan energi nasional. Dalam konteks ini, gas bumi menjadi elemen penting karena dapat mendukung ketahanan energi sekaligus transisi menuju sistem energi yang lebih rendah emisi.

Keterangan tersebut disampaikan dalam diskusi bertema “Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience” yang menjadi bagian dari rangkaian gelaran IPA Convex ke-50. Oki menekankan bahwa selain menjaga ketahanan energi, NOC juga berperan menciptakan efek berantai melalui hilirisasi, yang dapat membuka lapangan kerja dan memaksimalkan nilai tambah sumber daya milik negara.

Oki mencontohkan proyek LNG di Mozambik yang didukung oleh Pemerintah Jepang melalui berbagai instrumen negara. Dalam proyek tersebut, pemerintah Jepang tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, tetapi juga ikut memperkuat keekonomian dan kelayakan proyek melalui partisipasi equity JOGMEC, pembiayaan JBIC, asuransi NEXI, serta dukungan offtaker LNG jangka panjang dari perusahaan Jepang seperti JERA.

Ia menjelaskan, “Contoh global menunjukkan bahwa proyek energi strategis membutuhkan arsitektur dukungan yang kuat. Pemerintah dapat berperan melalui pembiayaan, asuransi, kepastian pasar, dan kebijakan yang membuat proyek menjadi bankable. Dengan begitu, NOC dapat menjalankan mandat ketahanan energi secara lebih efektif, tetapi tetap menjaga disiplin investasi,

Oki juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi migas domestik untuk memperkecil kesenjangan antara kapasitas pengolahan dan produksi nasional. Saat ini, kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Ia menegaskan, “Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis,

Selain memperkuat operasi domestik, Pertamina mengembangkan portofolio internasional secara selektif. Oki mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki pilihan untuk mengejar nilai ekonomi melalui investasi luar negeri maupun memperkuat pasokan energi bagi kebutuhan dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pencapaian ketahanan energi memerlukan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Oki menekankan bahwa komunikasi dan keterlibatan yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menyelaraskan kebijakan, keekonomian proyek, dan tujuan pembangunan nasional. Dalam membangun daya saing, Pertamina memanfaatkan kekuatan sebagai perusahaan energi terintegrasi yang memiliki rantai bisnis dari hulu hingga hilir. Pengalaman dalam pengembangan minyak dan gas bumi, infrastruktur yang telah tersedia, serta penguatan kemitraan strategis menjadi modal untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan global.

Ia menambahkan, “Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis yang mendukung ketahanan energi,

Oki mengungkapkan ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi energi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Ia mengatakan sekitar 50 persen pertumbuhan permintaan energi berasal dari kawasan ASEAN. Ia menutup pernyataannya dengan, “ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke kawasan ini,

Secara keseluruhan, pernyataan Oki menyoroti bahwa Pertamina berfokus pada penguatan produksi domestik, diversifikasi portofolio gas bumi, dan kolaborasi strategis baik di dalam maupun di luar negeri. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah ketahanan energi nasional sambil tetap mendukung pertumbuhan ekonomi melalui nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja.

PertaminaNOCgas bumiketahanan energitransisi energiproduksi migasASEANkolaborasi strategis

Komentar

Memuat komentar...