Pasangan di Surabaya Jual Produk Kedaluwarsa, Divonis 10 Bulan

Rini S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pasangan di Surabaya Jual Produk Kedaluwarsa, Divonis 10 Bulan

Gambar atau konten salah?

Kasus penjualan produk kedaluwarsa yang melibatkan merek Cimory dan sosis Kanzler baru-baru ini menarik perhatian publik. Praktik curang ini terungkap di Surabaya, di mana sepasang suami istri, Agatha Fristyan Putra dan Ria Widiastuti, mengaku menjual produk yang sudah kedaluwarsa dengan tanggal yang telah diubah kepada tetangga dan teman-teman mereka.

Kegiatan ilegal ini berlangsung dari awal tahun 2025 hingga awal 2026. Produk yang mereka jual adalah olahan susu Cimory dan sosis Kanzler yang sudah melewati batas kedaluwarsa. Barang-barang yang seharusnya dimusnahkan ini diperoleh dari mantan Kepala PT Cimory Sidoarjo, Adi Purwoko. Akibat perbuatan mereka, pasangan tersebut dijatuhi hukuman penjara. "Menjatuhkan hukuman selama 10 bulan pada terdakwa Agatha Fristyan Putra dan 8 bulan penjara pada terdakwa Ria Widiastuti," kata Hakim Ketua Ristanti saat membacakan putusan di Ruang Sari PN Surabaya, pada Rabu, 01 Juli 2026.

Bagi konsumen, praktik semacam ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Mengonsumsi produk yang sudah kedaluwarsa dapat memicu keracunan, infeksi pencernaan, hingga penurunan nilai gizi makanan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pembeli untuk lebih jeli saat memilih makanan kemasan, terutama produk sosis siap makan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memeriksa kualitas sosis sebelum membeli atau mengonsumsinya.

Pertama, periksa kondisi kemasan. Sosis siap makan biasanya dijual dalam kemasan vakum. Pastikan segel plastik vakum masih rapat dan tidak rusak. Menurut Food Standards Australia, kemasan yang sobek, berlubang, atau menunjukkan tanda-tanda kebocoran sebaiknya dihindari. Jangan membeli sosis jika kemasannya sudah tidak dalam kondisi baik.

Kedua, perhatikan tanggal kedaluwarsa. Informasi ini sangat penting karena menandakan batas aman terakhir produk tersebut layak dikonsumsi. Namun, mengingat kasus pemalsuan tanggal kedaluwarsa pada produk sosis Kanzler, konsumen harus lebih cermat. Pastikan tulisan tanggal tercetak dengan jelas dan rapi. Waspadai jika tulisan terlihat seperti dicetak ulang, tidak rapi, atau ada bekas penghapusan sebelumnya.

Ketiga, lakukan inspeksi visual. Dilansir dari situs PAK'nSAVE Queensland, semua produk sosis—baik yang mentah, segar, atau belum diolah sepenuhnya—seharusnya tidak berwarna abu-abu, tidak berubah warna, dan tidak memiliki lapisan lendir. Sebelum benar-benar mengonsumsi, pastikan juga untuk mencium aromanya dan meraba teksturnya. Jika aroma atau teksturnya terasa aneh, sebaiknya jangan dimakan.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan bahwa sosis matang yang belum dibuka bisa disimpan di kulkas hingga 2 minggu. Jika kemasan sudah dibuka, batas maksimal penyimpanannya adalah 7 hari. Sementara itu, jika disimpan di freezer, produk sosis siap makan bisa bertahan selama 1 hingga 2 bulan.

Kasus di Surabaya ini menjadi pengingat bahwa konsumen perlu lebih waspada. Meskipun hukuman telah dijatuhkan kepada para pelaku, risiko kesehatan akibat produk kedaluwarsa tetap ada. Memeriksa kemasan, tanggal, dan kondisi fisik produk adalah langkah sederhana yang bisa melindungi diri sendiri dan keluarga dari bahaya makanan yang tidak layak konsumsi.

produk kedaluwarsaCimoryKanzlerpemalsuan tanggalrisiko kesehatanhukuman penjarakewaspadaan konsumen

Komentar

Memuat komentar...