Tabrakan Maut Indramayu, 12 Tewas Usai Pesta Nikah
Gambar atau konten salah?
Suasana gembira setelah pesta pernikahan di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, berubah menjadi duka yang mendalam. Warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu, Jawa Barat, harus menerima kenyataan pahit. Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Peristiwa nahas itu terjadi pada hari Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.
Belasan nyawa melayang dalam insiden yang melibatkan tiga kendaraan ini. Para korban adalah penumpang mobil pikap yang baru saja pulang dari acara pernikahan. Berikut rangkuman peristiwa tragis tersebut.
Kronologi Tabrakan Beruntun
Kejadian bermula saat sebuah mobil pikap Grand Max dengan nomor polisi E 8559 RB melaju. Mobil itu dikemudikan oleh Warsidi. Di dalamnya, terdapat 17 orang yang merupakan rombongan pengantin. Mereka semua dalam perjalanan pulang.
Sesampainya di putaran Kiajaran Kulon, mobil pikap tersebut berniat memutar arah. Tujuannya adalah menuju ke Lelea. Namun, nahas. Dari arah yang sama, sebuah truk tronton (wing box) bernomor polisi B 9260 TEV melaju kencang. Truk yang dikendarai Deden Ibad itu kemudian menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
Hantaman tersebut membuat mobil pikap terdorong kuat. Kendaraan itu pun oleng dan masuk ke jalur berlawanan. Tanpa sempat menghindar, sebuah kendaraan Mitsubishi los bak yang melaju dari arah depan langsung menabraknya. Benturan kedua ini semakin memperparah keadaan.
Akibat kerasnya tabrakan, belasan penumpang yang berada di bak terbuka terpental ke badan jalan. Pemandangan mengerikan pun tak terhindarkan.
Jumlah Korban Dipastikan 12 Orang Tewas
Awalnya, beredar laporan bahwa ada 13 korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, pihak kepolisian melakukan pendataan ulang. Hasilnya, angka tersebut dikoreksi. Polisi memastikan jumlah korban meninggal dunia adalah 12 orang.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, memberikan rincian yang lebih jelas. Ia menyebutkan bahwa 3 orang meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP). Kemudian, 7 orang lainnya meninggal saat menjalani penanganan di rumah sakit. Dua orang tambahan dilaporkan meninggal dunia pada malam harinya.
Dari total 18 orang yang terlibat dalam kecelakaan ini, 6 orang lainnya dinyatakan selamat. Mereka hanya mengalami luka ringan. Seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari untuk mendapatkan perawatan medis.
Identitas 12 Korban Meninggal Dunia
Mayoritas korban tewas merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh. Pengemudi pikap, Warsidi, juga termasuk dalam daftar korban meninggal. Berikut adalah identitas lengkap para korban berdasarkan data kepolisian:
- Mohamad Iqbal (12), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon. Meninggal di TKP.
- Sawen (40), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh. Meninggal di TKP.
- Ayu Wulandari (32), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh. Meninggal di TKP.
- Karsinih (60), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Sinta (32), ibu rumah tangga, warga Desa Jatisura. Meninggal di rumah sakit.
- Sanerah (46), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Riyan Toni (6), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon. Meninggal di rumah sakit.
- Idah (39), petani, warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Yunah (49), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Warkidi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh. Meninggal di rumah sakit.
- Tamara (22), ibu rumah tangga, warga Desa Kiajaran Kulon. Meninggal di rumah sakit.
Penyelidikan dan Olah TKP oleh Tim TAA Polda Jabar
Polres Indramayu telah mengamankan sopir truk wing box dan mobil los bak. Keduanya kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, pihak kepolisian tidak bekerja sendiri. Mereka melibatkan tim ahli.
Olah TKP lanjutan dilakukan pada hari Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Barat. Identifikasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data teknis yang akurat mengenai penyebab tabrakan maut tersebut.
Menyikapi tragedi ini, polisi memberikan imbauan keras kepada masyarakat. AKP Undang Syarif Hidayat menegaskan, "Saya harapkan kepada masyarakat wilayah hukum Indramayu khususnya, apabila mau bepergian atau mau berwisata dan segala macamnya lah, jangan menggunakan kendaraan bak terbuka, karena itu bukan peruntukannya."
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan bahaya menggunakan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya, terutama untuk mengangkut penumpang. Mobil bak terbuka dirancang untuk barang, bukan manusia. Sayangnya, praktik seperti ini masih sering terjadi di masyarakat, dan seringkali berakhir dengan tragedi seperti yang terjadi di Indramayu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wali Kota Bandung Kembali Bekerja Usai Dirawat karena Vertigo
Jangkar Raksasa di Dasar Laut, Bukti Kapal Karam di Teluk Palabuhanratu
Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate Ditutup Permanen
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Komedian Temon Meninggal Dunia Pagi Ini
Berita Terbaru
Tabrakan Maut Indramayu, 12 Tewas Usai Pesta Nikah
SDN Purwoyoso 01 Hanya Terima 3 Murid Baru
Pelepasan Balon Warnai MPLS di Pamekasan
Waspadai Menu 'Chef's Signature' yang Ternyata Frozen Food
Ayah Antarkan Anak, GAMAS Digelar di Hari Pertama Sekolah
Kijang Innova Kembali Jadi Raja Jalanan Juni 2026
MBG Kembali Dibagikan ke Siswa 13 Juli
Qarrar Firhand Juara WSK Euro Series 2026