Pasangan Ganda Indonesia Raymond/Joaquin Masuk Top 10 Dunia
Gambar atau konten salah?
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, pasangan ganda putra Indonesia, akhirnya menembus Top 10 dunia pada musim ini. Pencapaian ini datang setelah mereka tampil kuat di Indonesia Open 2026.
Meski sudah berada di peringkat 10, mereka tidak berhenti di situ. Joaquin langsung menetapkan target baru: menembus Top 7 atau Top 8 secepat mungkin.
Menurut daftar ranking Badminton World Federation (BWF) per 09 Juni 2026, pasangan ini naik dua tingkat menjadi posisi 10 dunia. Lonjakan ini terjadi setelah mereka menjadi runner‑up di Indonesia Open 2026.
Di turnamen Super 1000 tersebut, Raymond/Joaquin melaju sampai final sebelum dikalahkan oleh pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 21‑13, 18‑21, 10‑21.
“Memang target kita di tahun ini (menembus) Top 10, dan puji Tuhan sudah resmi Top 10. Sekarang ganti lagi targetnya, Top 7 atau Top 8. Ganti lagi targetnya sekarang,” ujar Joaquin.
Ketika ditanya apakah target tersebut dibidik hingga akhir tahun, Joaquin menjawab singkat: “Secepatnya.”
Keberhasilan menembus 10 besar dunia tidak lepas dari progres yang ditunjukkan pasangan ini sepanjang musim ini. Indonesia Open menjadi final Super 1000 pertama yang mereka capai sejak dipasangkan. Meskipun hasil akhirnya belum sesuai harapan, pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasangan yang sebelumnya juga berhasil merebut gelar Australia Open 2025.
Menurut Joaquin, tidak ada program latihan khusus menjelang Indonesia Open. Ia menyebut peningkatan performa lebih banyak berasal dari program yang sudah disusun tim pelatih di Pelatnas PBSI. “Sebenarnya enggak ada (latihan khusus), sama saja sih. Kami (program) kan memang sudah dijadwalkan ya. Jadi (selama) sebulan itu latihannya apa saja memang sudah terprogram, dan kami jalani saja seperti biasa,” kata Joaquin.
Raymond menambahkan bahwa ia tidak mengubah pola latihan secara drastis. Ia hanya menambah porsi latihan di luar program utama yang sudah diberikan pelatih. “Mungkin lebih banyak kayak tambahan‑tambahan, setelah selesai latihan ada tambahan lagi. Lebih rutin saja itu,” ujarnya.
Setelah berhasil menembus Top 10 dunia, Raymond/Joaquin kini menatap tantangan berikutnya. Dengan musim yang masih panjang, pasangan muda Indonesia itu membidik posisi tujuh besar dunia sebagai target berikutnya.
Keputusan mereka untuk terus menantang diri sendiri menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi. Pencapaian ini memberi contoh bagi pemain muda lainnya bahwa konsistensi dan kerja keras dapat membawa hasil di kancah internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
