Patung Catur Muka Tabanan Dibongkar, Akan Diperbesar

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Patung Catur Muka Tabanan Dibongkar, Akan Diperbesar

Gambar atau konten salah?

Patung Catur Muka, yang selama ini menjadi salah satu ikon di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Tabanan, akan menjalani revitalisasi. Proses pembongkaran patung tersebut sudah dimulai pada Minggu, 12 Juli 2026, dengan menggunakan alat berat.

Keesokan harinya, Senin, 13 Juli 2026, lokasi revitalisasi sudah dipagari dengan seng. Alat berat pun sudah berada di tempat. Beberapa pekerja terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa material bekas pembongkaran.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika, menjelaskan bahwa rencana untuk mempercantik Patung Catur Muka ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Alasannya, saat itu Pemerintah Kabupaten Tabanan juga sedang melakukan penataan di kawasan Jalan Gajah Mada. Inisiatif untuk merevitalisasi patung ini pun disetujui. Pelaksanaannya kemudian diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan.

"Karena sekarang Pemkab Tabanan juga sedang melakukan penataan Jalan Gajah Mada, maka patung tersebut diharapkan ikut direvitalisasi agar lebih layak dan serasi dengan kawasan tersebut," kata Suwardika saat dikonfirmasi.

Patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada ini sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Selama puluhan tahun, patung ini beberapa kali mendapat perawatan, seperti pengecatan ulang dan pemasangan prada. Namun, dari segi ukuran, patung ini belum pernah diubah.

Kondisi lingkungan di sekitar patung kini sangat berbeda dibandingkan saat pertama kali dibangun. Dulu, bangunan pertokoan di sekitar Jalan Gajah Mada masih rendah. Patung Catur Muka tampak megah dan menjadi pusat perhatian. Sekarang, banyak bangunan bertingkat yang membuat patung tersebut terlihat lebih kecil.

Oleh karena itu, saat direvitalisasi, ukuran Patung Catur Muka akan diperbesar. Lebarnya sekitar tiga meter dan tingginya sekitar enam meter. Ukuran ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Tujuannya, patung menjadi lebih tinggi dan lebih besar agar selaras dengan bangunan di sekitarnya. Dengan begitu, estetika kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Tabanan, bisa meningkat.

"Revitalisasi dilakukan tanpa mengubah bentuk maupun pakem Patung Dewa Brahma. Nantinya dengan ukuran yang lebih besar agar lebih proporsional dengan kondisi kawasan saat ini," ujar Suwardika.

Untuk pelaksanaan teknis, termasuk penyusunan anggaran dan penunjukan pematung, menjadi wewenang Dinas PUPR Tabanan. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, revitalisasi ini ditargetkan selesai pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singasana.

"Kalau dari rencana awal, patung akan rampung dalam waktu sekitar empat bulan," jelas Suwardika.

Suwardika mengakui, rencana revitalisasi Patung Catur Muka ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, ia menilai setiap perubahan harus dipahami berdasarkan tujuan dan alasan yang jelas.

"Yang terpenting masyarakat mengetahui sumber dan tujuan dari revitalisasi ini, yakni untuk menyesuaikan ikon Kota Tabanan dengan perkembangan kawasan tanpa menghilangkan nilai dan pakem yang sudah ada," jelas Suwardika.

Patung Catur Muka adalah simbol yang sudah lama dikenal di Tabanan. Revitalisasi ini bukan sekadar memperbesar ukuran, tetapi juga menyesuaikan dengan perubahan wajah kota. Bangunan-bangunan baru yang lebih tinggi di sekitarnya membuat patung ini perlu diperbarui agar tetap menjadi penanda yang proporsional. Proses ini diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, bertepatan dengan momen penting bagi Kota Singasana.

Revitalisasi Patung Catur MukaTabananJalan Gajah MadaBendesa AdatDinas PUPRUkuran PatungPro dan Kontra

Komentar

Memuat komentar...