PBSI Bangli Dorong Bulutangkis Jadi Ekskul SD-SMP
Gambar atau konten salah?
Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bangli mengajukan permintaan resmi agar cabang olahraga bulutangkis dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Permohonan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangli pada Jumat, 10 Juli 2026.
Ketua Umum PBSI Bangli, Ni Nyoman Sari Artini, menyatakan rencana tersebut akan diajukan ke dinas pendidikan setempat. "Kami akan ajukan ke dinas pendidikan agar cabor bulu tangkis dimasukkan ke dalam ekstrakurikuler sekolah," ujarnya di kantor DPRD Bangli.
Menurut Artini, masuknya bulutangkis ke dalam daftar ekskul akan memperbanyak pilihan kegiatan bagi siswa. Lebih dari itu, langkah ini bisa menjadi jalan untuk menemukan bibit-bibit atlet muda sejak dini. Ia mengatakan bahwa soal fasilitas, balai desa atau balai banjar bisa dimanfaatkan sebagai tempat latihan. Namun, ia menekankan butuh pelatih khusus. "Tidak bisa kalau guru olahraga biasa," jelasnya.
Harapannya, dengan adanya ekskul bulutangkis, minat terhadap olahraga ini meningkat. Ada pula harapan agar sebagian siswa akhirnya menjadi atlet bulutangkis yang membanggakan Bangli. Artini mencontohkan bahwa Bangli sudah memiliki rekam jejak atlet yang tidak main-main. Seorang pebulutangkis asal Bangli pernah menjuarai kejuaraan nasional. "Sebenarnya, jumlah pebulutangkis di Bangli cukup. Kami tidak pernah meminjam atlet dari kabupaten lain saat Porjar Bali atau PON. Jadi jangan sampai potensi di Bangli dilirik kabupaten lain," tegasnya.
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, memberikan saran sebelum bulutangkis resmi menjadi ekskul sekolah. Ia menyarankan agar dilakukan pelatihan mandiri terlebih dahulu. Tujuannya untuk memisahkan siswa yang benar-benar berpotensi menjadi atlet dari mereka yang sekadar hobi. "Supaya bisa disaring mana yang sekadar hobi, mana yang memang berpotensi jadi atlet. Walaupun hanya hobi dengan alasan kesehatan, bagi yang berpotensi jadi atlet akan dilatih khusus," ucap Suastika.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Komang Pariartha, menyatakan penambahan ekskul tidak akan melalui prosedur rumit. Setiap cabang olahraga bisa ditambahkan tergantung pada minat siswa dan kesiapan guru atau pihak terkait. "Disesuaikan dengan guru yang bersangkutan dan sekolah yang bersangkutan," kata Pariartha.
Ia juga menambahkan bahwa jadwal latihan bulutangkis bisa diatur secara fleksibel. Latihan bisa dilakukan di luar jam sekolah, waktu luang, atau saat libur. "Pengurus cabor juga dapat datang ke sekolah untuk melakukan pelatihan. Jadi, akan makin meningkatkan peluang siswa kami untuk berprestasi," jelasnya.
Dari paparan para pejabat, tampak bahwa usulan ini masih butuh koordinasi lebih lanjut. Dukungan dari DPRD dan Disdikpora sudah ada, tetapi syarat seperti pelatih khusus dan seleksi mandiri perlu disiapkan. Yang pasti, Bangli tidak ingin kehilangan potensi atletnya sendiri. Dengan menjadikan bulutangkis sebagai ekskul, mereka berharap dapat memperkuat pembinaan sejak usia dini. Tanpa harus meminjam atlet dari daerah lain, Bangli punya modal cukup untuk bersaing di ajang seperti Porjar Bali maupun PON.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
