PBSI Bangli Dorong Bulutangkis Jadi Ekskul SD-SMP

Kartika D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
PBSI Bangli Dorong Bulutangkis Jadi Ekskul SD-SMP

Gambar atau konten salah?

Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bangli mengajukan permintaan resmi agar cabang olahraga bulutangkis dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Permohonan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangli pada Jumat, 10 Juli 2026.

Ketua Umum PBSI Bangli, Ni Nyoman Sari Artini, menyatakan rencana tersebut akan diajukan ke dinas pendidikan setempat. "Kami akan ajukan ke dinas pendidikan agar cabor bulu tangkis dimasukkan ke dalam ekstrakurikuler sekolah," ujarnya di kantor DPRD Bangli.

Menurut Artini, masuknya bulutangkis ke dalam daftar ekskul akan memperbanyak pilihan kegiatan bagi siswa. Lebih dari itu, langkah ini bisa menjadi jalan untuk menemukan bibit-bibit atlet muda sejak dini. Ia mengatakan bahwa soal fasilitas, balai desa atau balai banjar bisa dimanfaatkan sebagai tempat latihan. Namun, ia menekankan butuh pelatih khusus. "Tidak bisa kalau guru olahraga biasa," jelasnya.

Harapannya, dengan adanya ekskul bulutangkis, minat terhadap olahraga ini meningkat. Ada pula harapan agar sebagian siswa akhirnya menjadi atlet bulutangkis yang membanggakan Bangli. Artini mencontohkan bahwa Bangli sudah memiliki rekam jejak atlet yang tidak main-main. Seorang pebulutangkis asal Bangli pernah menjuarai kejuaraan nasional. "Sebenarnya, jumlah pebulutangkis di Bangli cukup. Kami tidak pernah meminjam atlet dari kabupaten lain saat Porjar Bali atau PON. Jadi jangan sampai potensi di Bangli dilirik kabupaten lain," tegasnya.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, memberikan saran sebelum bulutangkis resmi menjadi ekskul sekolah. Ia menyarankan agar dilakukan pelatihan mandiri terlebih dahulu. Tujuannya untuk memisahkan siswa yang benar-benar berpotensi menjadi atlet dari mereka yang sekadar hobi. "Supaya bisa disaring mana yang sekadar hobi, mana yang memang berpotensi jadi atlet. Walaupun hanya hobi dengan alasan kesehatan, bagi yang berpotensi jadi atlet akan dilatih khusus," ucap Suastika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Komang Pariartha, menyatakan penambahan ekskul tidak akan melalui prosedur rumit. Setiap cabang olahraga bisa ditambahkan tergantung pada minat siswa dan kesiapan guru atau pihak terkait. "Disesuaikan dengan guru yang bersangkutan dan sekolah yang bersangkutan," kata Pariartha.

Ia juga menambahkan bahwa jadwal latihan bulutangkis bisa diatur secara fleksibel. Latihan bisa dilakukan di luar jam sekolah, waktu luang, atau saat libur. "Pengurus cabor juga dapat datang ke sekolah untuk melakukan pelatihan. Jadi, akan makin meningkatkan peluang siswa kami untuk berprestasi," jelasnya.

Dari paparan para pejabat, tampak bahwa usulan ini masih butuh koordinasi lebih lanjut. Dukungan dari DPRD dan Disdikpora sudah ada, tetapi syarat seperti pelatih khusus dan seleksi mandiri perlu disiapkan. Yang pasti, Bangli tidak ingin kehilangan potensi atletnya sendiri. Dengan menjadikan bulutangkis sebagai ekskul, mereka berharap dapat memperkuat pembinaan sejak usia dini. Tanpa harus meminjam atlet dari daerah lain, Bangli punya modal cukup untuk bersaing di ajang seperti Porjar Bali maupun PON.

bulutangkisekstrakurikulerPBSI Banglipembinaan atletsekolah dasarsekolah menengah pertamaDPRD Bangli

Komentar

Memuat komentar...