Pedagang Bendera Mulai Ramaikan Jakarta Jelang HUT RI

Fitri A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pedagang Bendera Mulai Ramaikan Jakarta Jelang HUT RI

Gambar atau konten salah?

Suasana Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Jakarta saat memasuki awal Agustus. Para pedagang musiman sudah mulai membuka lapak di berbagai titik strategis, menjajakan bendera dan atribut bernuansa Merah Putih.

Di kawasan Jatinegara, tepatnya di sepanjang Jalan Bekasi Raya, sedikitnya sembilan pedagang bendera Merah Putih sudah berjualan. Mereka tersebar dari depan Taman Benyamin Sueb—yang berada di seberang Stasiun Jatinegara—hingga ke arah Pasar Mester. Pemandangan serupa terlihat di sepanjang Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, meski baru sekitar empat lapak yang buka. Di sana, suasana masih relatif sepi karena mayoritas pedagang kaki lima baru mulai berjualan pada sore hari.

Berbagai ukuran bendera, umbul-umbul, dan perlengkapan dekorasi untuk menyambut Hari Kemerdekaan dipajang di lapak-lapak tersebut. Di kawasan Pasar Mester Jatinegara, belasan lapak yang biasanya menjual perabot rumah tangga juga mulai menawarkan bendera dan atribut HUT RI. Sebagian pedagang memilih fokus menjual atribut Merah Putih, sementara lainnya menjajakannya bersamaan dengan dagangan utama mereka.

Salah seorang pedagang bendera dan aksesori Merah Putih di dekat Pasar Mester Jatinegara, Bodi, mengaku selalu membuka lapak setiap menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pria yang sehari-hari berjualan perabot rumah tangga itu mengatakan telah menjalani usaha musiman tersebut selama lebih dari 35 tahun.

"Setiap tahun kita buka, dari tahun 1990-an sudah jualan. Dari dulu sudah jualan di sini, dari zaman orang tua yang buka toko. Kalau dari orang tua itu sudah dari 1980-an tiap tahun jual bendera dari akhir Juli sampai akhir Agustus," ujarnya.

Berbeda dengan kebanyakan pedagang musiman yang hanya berjualan hingga menjelang 17 Agustus, Bodi mengaku biasanya tetap membuka lapak sampai akhir bulan. Menurutnya, masih ada pelanggan yang membeli atribut Merah Putih setelah Hari Kemerdekaan.

"Setelah 17-an biasanya masih ada saja yang beli, ya nggak banyak, tapi ada. Paling biasanya buat tambah-tambah gitu. Ada juga yang baru ngadain perayaan atau lomba setelah tanggal 17, jadi beli lagi," terang Bodi.

Pemandangan serupa juga terlihat di sepanjang Jalan Bekasi Raya. Sejumlah pedagang bendera dan dekorasi kemerdekaan membuka lapak di tepi trotoar. Salah satunya Ali, pedagang bendera dan hiasan Merah Putih yang baru tahun ini berjualan di kawasan tersebut. Pada tahun-tahun sebelumnya, ia biasa membuka lapak di Pamulang, Tangerang Selatan, meski barang dagangannya tetap diambil dari Jatinegara.

Ali mengaku telah menjadi pedagang musiman selama lebih dari delapan tahun. Di luar musim perayaan kemerdekaan, ia bekerja sebagai penjaga toko elektronik di salah satu kios yang berada tak jauh dari lokasi lapaknya. Ia mengatakan biasanya berjualan dengan modal dari sang bos menggunakan sistem bagi hasil. Namun, tahun ini ia hanya ditugaskan menjaga lapak milik bosnya.

"Kalau jualan di sini baru tahun ini, sebelumnya di Pamulang. Kalau ambil barang setiap tahun memang di sini, kan bos di sini. Cuma tahun ini ditarik sama bos, suruh jualan saja di sini, ya saya ikut saja," ungkap Ali.

Fenomena pedagang musiman seperti ini sudah menjadi pemandangan tahunan di Jakarta menjelang 17 Agustus. Para pedagang memanfaatkan momen perayaan kemerdekaan untuk menambah penghasilan, sementara pembeli bisa mendapatkan perlengkapan dekorasi dengan mudah di pinggir jalan. Meski sebagian besar pedagang tutup setelah 17 Agustus, masih ada sebagian kecil pembeli yang mencari atribut Merah Putih untuk keperluan perayaan atau lomba yang digelar setelah tanggal tersebut.

pedagang musimanbendera merah putihHUT RIJatinegaraatribut kemerdekaanJakarta17 Agustus

Komentar

Memuat komentar...