Pegadaian & SMBC Indonesia Rancang Kerangka Pembiayaan 2026

Jaka M. · 2 min baca · 23 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Pegadaian & SMBC Indonesia Rancang Kerangka Pembiayaan 2026

Gambar atau konten salah?

PT Pegadaian (Pegadaian) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) kini menegaskan komitmen mereka menanamkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis. Kerja sama ini dituangkan dalam pengembangan Sustainable Financing Framework 2026, sebuah kerangka pembiayaan yang lebih luas daripada Social Financing Framework 2024 yang sebelumnya.

Kerjasama ini muncul setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Forum Indonesia‑Japan Strategic Partnership pada Maret 2026. Sejak saat itu, kedua institusi berusaha memperluas peran mereka sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi Pegadaian. Ia menambahkan, “Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Pegadaian dalam memperkuat peran sebagai lembaga keuangan inklusif yang berorientasi pada keberlanjutan.”

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Pegadaian dalam memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang inklusif sekaligus berorientasi pada keberlanjutan. Penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis secara lebih komprehensif dan terukur. Kami mengapresiasi dukungan serta kolaborasi erat dari SMBC Indonesia dalam proses pengembangan framework ini,” ujar Ferdian dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.

Head of Wholesale, Commercial & Transaction Banking SMBC Indonesia, Nathan Christanto, menambahkan bahwa penyempurnaan framework tersebut menunjukkan dukungan SMBC Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan berkelanjutan. Ia mengatakan, “Melalui penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 milik Pegadaian ini, kami berharap menjadi bukti dukungan SMBC Indonesia untuk Pegadaian dan Republik Indonesia dalam memperluas akses pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini selaras dalam komitmen kami untuk terus mendukung Astacita dan agenda pembangunan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam perluasan akses keuangan yang berkelanjutan dan penguatan ekosistem industri keuangan nasional,” kata Nathan.

Kerangka Sustainable Financing Framework 2026 dirancang agar mencakup tiga dimensi: sosial, hijau (lingkungan), dan oranye (kesetaraan gender, inklusi sosial, pemberdayaan perempuan). Kerangka ini diselaraskan dengan standar internasional dan regulasi OJK, termasuk Social dan Green Bonds Principles dari International Capital Market Association (ICMA), Social dan Green Loan Principles dari Loan Market Association (LMA), serta Orange Bonds Principles yang diinisiasi oleh Impact Investment Exchange (IIX).

Proses penyusunan framework ini juga mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari pihak independen, Environmental Resource Management. SPO tersebut menegaskan keselarasan framework dengan prinsip-prinsip tersebut dan memastikan penggunaan dana memenuhi kriteria relevansi serta dampak yang kuat.

Ke depan, Pegadaian dan SMBC Indonesia berencana menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut di bidang sustainable finance. Rencana tersebut mencakup pembiayaan Orange Loan, pengembangan ekosistem emas, serta peningkatan inklusivitas keuangan bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Kerja sama ini menegaskan posisi SMBC Indonesia sebagai bank global dengan pemahaman lokal yang mendalam, sekaligus memperkuat peran Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada keberlanjutan dan inklusivitas. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat memperluas akses pembiayaan berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia.

PegadaianSMBC IndonesiaSustainable Financing Framework 2026ESGinklusivitas keuangankeberlanjutangreen bonds

Komentar

Memuat komentar...