Peletakan Batu Pertama Koperasi Desa Merah Putih di Yahukimo

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Peletakan Batu Pertama Koperasi Desa Merah Putih di Yahukimo

Gambar atau konten salah?

Pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, telah memulai pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penandatanganan dimulainya proyek ini ditandai dengan upacara peletakan batu pertama.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) adalah langkah untuk mengubah arah ekonomi Indonesia. Dari sistem yang liberal dan kapitalistik, kata Ferry, menuju sistem ekonomi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong.

Ferry juga memberikan pujian kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Mereka disebut sudah mengambil inisiatif untuk membangun KDKMP Dekai. "Ini bukti nyata bahwa ekonomi bisa merata hingga ke wilayah terluar. Juga menunjukkan semangat gotong royong di daerah 3T—Terdepan, Terluar, Tertinggal," kata Ferry. Pernyataan itu ia sampaikan pada Kamis, 06 Agustus 2026.

Menurut Ferry, Kabupaten Yahukimo akan menjadi salah satu prioritas. Baik untuk percepatan pembangunan maupun pendampingan operasional koperasi nantinya. Kehadiran koperasi ini disebut sebagai perwujudan cita-cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Yakni mendorong pendirian KDKMP di seluruh Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

"Kami berharap manfaat ekonomi benar-benar sampai ke pelosok Papua Pegunungan," jelas Ferry.

Ia menambahkan, sumber daya alam di Yahukimo melimpah. Koperasi bisa menjadi wadah untuk mengoptimalkannya. Di wilayah Dekai, Sumo, dan sekitarnya, masyarakat sudah mulai mengembangkan sawah padi. Sayuran dataran tinggi seperti kubis, wortel, bawang, tomat, dan umbi-umbian juga ditanam.

Hasil perkebunan seperti kopi dan sagu tersedia. Ada juga hasil hutan khas, yakni buah merah dan kelapa hutan yang disebut woromo. Tidak ketinggalan potensi peternakan babi, kambing, ayam, sapi, serta perikanan air tawar.

"Koperasi diharapkan bisa menghimpun, mengelola, dan memberi nilai tambah pada hasil bumi warga. Agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah," kata Ferry.

Ferry memasang target. KDKMP Dekai bisa menjadi pemasok utama bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan seperti beras, sayur-mayur, telur, dan protein hewani bisa dipasok langsung dari hasil pertanian dan peternakan setempat.

"Ini bukan cuma menggerakkan ekonomi kampung. Tapi juga memberi kepastian pasar bagi petani dan peternak. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi. Ia berterima kasih atas dukungan untuk menghadirkan KDKMP di Kabupaten Yahukimo. Menurutnya, pembangunan koperasi ini adalah langkah strategis untuk menguatkan ekonomi dan mengoptimalkan sumber daya alam.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Koperasi atas perhatian dan komitmennya. Kehadiran KDKMP Dekai menjadi harapan baru bagi masyarakat. Untuk mengembangkan potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan komoditas lokal. Agar semuanya memiliki nilai tambah dan bisa meningkatkan kesejahteraan," kata Didimus. "Pemerintah Kabupaten Yahukimo siap mendukung penuh. Mulai dari pembangunan hingga operasional koperasi, supaya benar-benar bermanfaat."

Pembangunan koperasi desa ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Fokus program ini adalah mendorong ekonomi kerakyatan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Kabupaten Yahukimo, yang berada di pegunungan Papua, memiliki potensi alam yang besar. Namun akses dan infrastruktur masih menjadi tantangan. Kehadiran koperasi diharapkan menjadi jembatan antara produsen lokal—petani, peternak, dan perajin—dengan pasar yang lebih luas. Target untuk menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu strategi untuk menjamin penyerapan hasil produksi warga.

Pembangunan Koperasi Desa Merah PutihYahukimoPapua PegununganEkonomi KerakyatanGotong RoyongPrabowo SubiantoMakan Bergizi GratisKetahanan Pangan

Komentar

Memuat komentar...