Pelindo Mulai Uji Coba Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok
Gambar atau konten salah?
PT Pelabuhan Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai Pelindo, baru saja memulai uji coba operasional Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Peluncuran awal ini dilakukan pada hari Minggu, 02 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk mendongkrak produktivitas layanan peti kemas di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut, yang pada akhirnya diharapkan bisa menekan biaya logistik nasional.
Momen penting ini ditandai dengan uji coba sandar perdana oleh kapal peti kemas MV Meratus Konawe. Kapal tersebut menjadi yang pertama menggunakan fasilitas di Terminal 2 Petikemas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa fasilitas, peralatan, dan layanan di terminal baru tersebut sudah siap untuk melakukan bongkar muat peti kemas secara aman, andal, dan efisien.
Achmad Muchtasyar, Direktur Utama Pelindo, menjelaskan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas adalah bagian dari transformasi besar yang sedang dijalankan perusahaan. Transformasi ini dilakukan di bawah arahan strategis Danantara. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih efisien dan mampu bersaing di kancah global.
"Beroperasinya Terminal 2 Petikemas merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas dan produktivitas layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Achmad dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan, "Kami ingin menghadirkan layanan yang semakin produktif dan terintegrasi melalui monetisasi aset Idle/lahan berkeringat sehingga mampu mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia."
Achmad juga menyoroti rencana pengembangan terminal ini ke depannya. Terminal ini akan terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan perdagangan nasional. Caranya dengan menerapkan digitalisasi, memodernisasi peralatan, dan meningkatkan standar keselamatan serta pelayanan.
"Ke depan, terminal ini akan terus kami kembangkan menjadi terminal yang mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, andal, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian nasional," lanjut Achmad.
Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. "Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, regulator, mitra usaha, asosiasi, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang telah terbangun menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk bersama-sama memajukan sektor logistik nasional," ucap Achmad.
Terminal 2 Petikemas memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni. Dermaganya memiliki panjang total 517,5 meter dengan lebar 20,8 meter. Dari total panjang tersebut, 200 meter sudah siap beroperasi. Kedalaman desain dermaga mencapai -12 meter LWS, yang memungkinkan terminal ini melayani kapal hingga kapasitas 30.000 DWT. Selain dermaga, terminal ini juga dilengkapi area penumpukan peti kemas atau container yard seluas sekitar 98.700 meter persegi. Luas ini mampu menampung hingga 8.425 TEUs peti kemas.
Untuk menunjang operasionalnya, terminal ini didukung oleh berbagai peralatan berat. Saat ini, tersedia 1 unit Quay Container Crane (QCC), 4 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), 1 unit Reach Stacker, 5 unit Head Truck beserta chassis-nya. Seluruh peralatan ini dioperasikan oleh 70 personel yang telah disiapkan.
Pelindo tidak berhenti di sini. Pada tahap berikutnya, kapasitas terminal akan semakin diperkuat. Rencananya, akan ada penambahan 2 unit QCC yang ditargetkan sudah bisa beroperasi pada Triwulan IV tahun 2026.
Capt. Heru Susanto, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, menyambut baik pengoperasian terminal baru ini. Menurutnya, kehadiran Terminal 2 Petikemas akan memperkuat kualitas pelayanan kepelabuhanan di pelabuhan terbesar di Indonesia. Ia menekankan pentingnya operasional yang optimal dan berkesinambungan dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Heru berharap Pelindo dapat melengkapi tata kelola serta seluruh ketentuan administrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. "Kami mendukung upaya Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan. Sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan pelabuhan yang semakin efisien, aman, dan mampu mendukung kelancaran logistik nasional," ungkap Heru.
Di kesempatan yang sama, Farid Padang, Direktur Komersial Pelindo, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa pengoperasian Terminal 2 Petikemas adalah bagian dari pengembangan konsep yang lebih besar, yaitu Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP). Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan jaringan layanan peti kemas.
Caranya adalah dengan membentuk hingga 20 koridor pelayaran baru. Koridor-koridor ini akan dikembangkan secara bertahap bersama dengan perusahaan pelayaran, cargo owner, regulator, pemerintah daerah, dan pemilik depo peti kemas. "Pembentukan koridor tersebut akan memperkuat skema pelabuhan hub and spoke, menciptakan keseimbangan arus muatan (cargo balancing), meningkatkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan, serta upaya kontribusi pada penurunan biaya logistik nasional. Diharapkan pada tahap awal dapat terbentuk 7 koridor di semester IV 2026," pungkas Farid.
Acara soft launching ini dihadiri oleh berbagai pihak. Mulai dari KSOP Utama Tanjung Priok, jajaran instansi pemerintah, asosiasi kepelabuhanan dan logistik, perusahaan pelayaran, cargo owner, pemilik depo petikemas, pelanggan, Direksi Pelindo, manajemen Pelindo Group, hingga para mitra usaha. Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim.
Singkatnya, uji coba Terminal 2 Petikemas ini bukan sekadar peresmian fasilitas baru. Ini adalah langkah konkret Pelindo untuk mengatasi keterbatasan kapasitas di Tanjung Priok. Dengan dermaga baru, peralatan modern, dan konsep integrasi jaringan seperti PINP, Pelindo berharap bisa memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama daya saing Indonesia. Semua ini bermuara pada satu tujuan: membuat rantai pasok nasional lebih lancar dan efisien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait