Pemagangan Nasional Batch Pertama Tutup, 11.949 Peserta

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Pemagangan Nasional Batch Pertama Tutup, 11.949 Peserta

Gambar atau konten salah?

Program pemagangan nasional batch pertama resmi ditutup pada 24 April 2026 oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Program ini berlangsung selama enam bulan, dimulai pada 20 Oktober 2025 dan berakhir pada 24 April 2026.

Secara keseluruhan, program dinilai berjalan dengan baik. Namun, Kemnaker menyoroti satu catatan penting: jumlah peserta yang terdaftar menurun selama pelaksanaan. Beberapa peserta mengundurkan diri ketika magang masih berlangsung.

Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, menjelaskan bahwa dari total 16.112 peserta yang lolos seleksi awal, hanya 11.949 yang tetap aktif hingga akhir program. Artinya, sekitar 4.163 orang mengundurkan diri.

Menurut data, 14.952 peserta terpilih untuk batch pertama atau 1A, dan 1.160 untuk batch 1B, sehingga total 16.112. Namun, selama perjalanan program, jumlah peserta aktif menurun. Jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 untuk 1A, dan 839 untuk 1B, sehingga totalnya 11.949 peserta.

“Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di instansi yang memang sebelum proses ini mereka kebanyakan juga sudah melamar,” jelas Anwar Sanusi.

Program ini melibatkan 1.185 perusahaan sebagai penyelenggara dan 5.267 mentor. Pemerintah menilai capaian tersebut tetap menunjukkan tingginya partisipasi industri dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Setelah magang selesai, Kemnaker menyiapkan tahap lanjutan bagi peserta. Pemerintah akan memberikan sertifikat kompetensi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan, mengatakan sertifikasi ini bersifat opsional, terutama bagi peserta yang belum terserap kerja. Ia menilai sertifikat kompetensi menjadi bukti penting bahwa seseorang memiliki kemampuan pada bidang tertentu yang diakui.

“Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bukti bahwa seseorang itu memang kompeten terkait dengan satu skill kompetensi tertentu. Dan kita sudah memiliki Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang memang mengelola sertifikasi kompetensi di Indonesia. Alhamdulillah sampai sekarang sertifikatnya diakui, sertifikatnya dicari, ada biayanya, tapi buat adik‑adik peserta magang kita buat gratis,” sebut Yassierli.

Proses sertifikasi akan berlangsung sekitar 1–2 bulan. Pertama, peserta mengikuti pelatihan atau penyegaran materi sesuai bidang masing-masing. Setelah itu, mereka mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan di balai pelatihan Kemnaker atau lembaga sertifikasi profesi mitra BNSP.

Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia melalui pengalaman langsung di perusahaan. Walaupun ada penurunan peserta, pemerintah tetap menganggap capaian partisipasi industri tinggi. Sertifikasi gratis bagi peserta magang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempermudah transisi lulusan ke dunia kerja.

Program pemagangan nasionalKementerian KetenagakerjaanAnwar SanusiYassierliBadan Nasional Sertifikasi Profesipartisipasi industrisertifikat kompetensipenurunan peserta

Komentar

Memuat komentar...