Pemerintah AS Terima Komisi Rp160T dari Restrukturisasi TikTok
Gambar atau konten salah?
Pemerintahan Amerika Serikat diperkirakan akan menerima komisi besar dari restrukturisasi kepemilikan TikTok di negara tersebut. Laporan mengindikasikan pemerintah akan mendapatkan sekitar USD 10 miliar (sekitar Rp 160 triliun).
Dana ini dikabarkan berasal dari para investor baru yang mengambil alih sebagian besar saham TikTok di AS. Investor utama yang terlibat termasuk Oracle dan perusahaan investasi Silver Lake.
Pembayaran awal dilaporkan sudah dilakukan. Sebesar USD 2,5 miliar (sekitar Rp 40 triliun) telah diserahkan kepada Departemen Keuangan AS saat kesepakatan ditutup pada (22 Januari). Sisa pembayaran akan dilakukan secara bertahap di kemudian hari.
Sebelumnya, pada September, Donald Trump sempat menyebut pemerintah AS akan menerima komisi signifikan karena memediasi kesepakatan mengenai TikTok. Angka yang beredar ini cukup besar. Jika benar, komisi pemerintah AS lebih dari 70% dari total nilai pengambilalihan saham mayoritas oleh kelompok investor, yang diperkirakan sekitar USD 14 miliar (sekitar Rp 224 triliun).
Langkah ini menandai keterlibatan pemerintah AS dalam transaksi bisnis swasta. Pemerintah Trump sebelumnya juga mengambil peran dalam perusahaan teknologi dan industri penting lainnya.
- Pemerintah disebut memiliki sekitar 10% saham di Intel.
- Pengambilan golden share di U.S. Steel.
- Kebijakan yang memberikan komisi 20% dari penjualan chip oleh Nvidia ke China.
Restrukturisasi TikTok ini juga menarik perhatian karena melibatkan Larry Ellison. Ellison merupakan pendiri sekaligus CTO Oracle, perusahaan yang menjadi investor utama. Ellison dikenal sebagai pendukung dan penggalang dana besar bagi Trump.
Sampai saat ini, pemerintah AS maupun investor belum mempublikasikan secara lengkap detail resmi mengenai struktur pembayaran maupun dasar hukum dari komisi tersebut.
Pemerintah AS menerima dana signifikan dari investor baru seperti Oracle dan Silver Lake terkait restrukturisasi kepemilikan TikTok di Amerika Serikat. Sebagian pembayaran telah diterima pada (22 Januari), dengan sisa pembayaran dijadwalkan menyusul. Keterlibatan pemerintah dalam transaksi ini mengingatkan pada intervensi sebelumnya dalam sektor teknologi dan industri strategis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
