Pemerintah Cepat Bangun Sekolah Rakyat, Target Juni 2025

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Cepat Bangun Sekolah Rakyat, Target Juni 2025

Gambar atau konten salah?

Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dengan menambah alat berat dan tenaga kerja. Selain itu, menerapkan sistem kerja tiga shift dan menyesuaikan metode konstruksi menjadi bagian dari strategi baru. Langkah ini dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal.

"Hal tersebut dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal," terang Menteri Pekerjaan Umum RI, Doddy Hanggodo dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Sabtu, 16 Mei 2025 sore.

Menurut Doddy, semua SR akan selesai pada akhir Juni 2025. Target ini selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan harus tuntas tepat waktu dan sesuai jadwal. Kualitas juga harus tetap diperhatikan dengan pengerjaan efektif dan efisien.

"Bapak Presiden berpesan supaya (pembangunan SR) selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insyaallah 20 Juni 2026," tandas Menteri PU.

Percepatan pembangunan SR bukan tanpa alasan. Hal itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas.

Salah satu proyek yang terus digenjot adalah SR Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan. Proyek ini terletak di Kelurahan Sidoharjo dan terlihat dikerjakan secara maraton. Ratusan pekerja berjibaku menyelesaikan seluruh bagian bangunan maupun fasilitas pendukung, sementara alat berat dan kendaraan terus beroperasi.

Proyek ini berdiri di atas tanah seluas 7,7 hektare dan melibatkan sedikitnya 816 pekerja dengan total anggaran Rp 226 miliar. Bangunan yang tengah dikerjakan terdiri 17 massa gedung: 14 di antaranya digunakan untuk ruang kelas, asrama, dan rumah susun guru, sedangkan tiga lainnya untuk rumah genset, rumah pompa, tempat ibadah, dan sarana pendukung lain.

"Untuk pembangunan Sekolah Rakyat wilayah Kabupaten Pacitan ini sekarang ini di angka 50,47 persen dengan progres per harinya di angka 1 sampai 2 persen," papar Ahmad Fadrian, Engineering PT Brantas Abipraya (Persero) yang mengerjakan proyek tersebut.

Kondisi geografis Kabupaten Pacitan yang berada di antara pegunungan dan kawasan pesisir, lanjut Fadrian, memang menjadi tantangan tersendiri. Hanya saja, hal tersebut tak menyurutkan semangat mengejar penyelesaian proyek sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Sebagai solusi, beberapa jenis material pun didatangkan langsung dari daerah tetangga.

"Kita mencari akses dari Solo ataupun Madiun, jadi untuk mempercepat. Lalu untuk jam kerja sendiri ada 3 sif, untuk pengecoran itu kita sampai dini hari bahkan pagi hari untuk memaksimalkan progres," pungkas Fadrian.

Dengan kombinasi tenaga kerja, alat berat, dan sistem kerja tiga shift, pemerintah berharap semua Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Proyek SR Jawa Timur 2 di Pacitan menjadi contoh konkret bagaimana strategi ini diimplementasikan di lapangan, menyesuaikan tantangan geografis sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal untuk mencapai target pembangunan.

Pembangunan Sekolah RakyatSistem kerja tiga shiftAlat beratKementerian Pekerjaan UmumPacitanJawa TimurPrabowo SubiantoEfisiensi

Komentar

Memuat komentar...