Pemerintah Janjikan Makan Bergizi Gratis 5 Kali Seminggu

Putri N. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Janjikan Makan Bergizi Gratis 5 Kali Seminggu

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia mengumumkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah, yang akan disalurkan lima kali seminggu. Keputusan ini diambil pada Rapat Koordinasi Tingkat Atas virtual bersama Presiden pada 28 Maret 2026. Program ini berlaku bagi sekolah yang mengikuti sistem belajar lima hari.

Namun, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi tetap menerima penyaluran MBG hingga enam hari, termasuk hari Sabtu. “Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak‑anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” jelas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada 29 Maret 2026.

Dadan menegaskan bahwa bila sekolah beroperasi lima hari, maka siswa akan mendapatkan MBG sebanyak lima hari. Ia menambahkan, “Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari.”

BGN menempatkan prioritas pada daerah dengan angka stunting tinggi. Lembaga tersebut menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan untuk menentukan wilayah yang memerlukan intervensi lebih lanjut, terutama di kawasan timur Indonesia. “Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” ujar Dadan.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, BGN akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan setempat. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing‑masing wilayah. Data ini menjadi dasar perhitungan jumlah paket MBG yang harus disiapkan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan opsi efisiensi program MBG. Rencana tersebut meliputi pengurangan jumlah penyaluran dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu. “Jika rencana itu terlaksana, maka negara bisa hemat sekitar Rp 40 triliun per tahun. Angka itu baru berdasarkan hitungan kasar dari BGN,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini.”

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan meski terjadi krisis. Ia menyatakan, “Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat.”

Prabowo juga menyoroti peran MBG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting. Ia menambahkan, “MBG menjadi program yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam menekan angka stunting. Selain itu, ia juga menyebut bahwa MBG memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja dari rantai pasok makanan hingga sisi produksi.”

Program ini menempatkan kesejahteraan anak sebagai fokus utama, sambil mempertimbangkan efisiensi anggaran. Keterlibatan data yang akurat dan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan MBG. Dengan demikian, pemerintah berupaya memastikan setiap anak mendapatkan gizi yang cukup, sekaligus menjaga keberlanjutan program di tengah dinamika ekonomi dan situasi geopolitik.

Makan Bergizi GratisStuntingBGNMBGEfisiensi AnggaranKualitas SDMProgram Pemerintah

Komentar

Memuat komentar...