Pemerintah Pantau Distribusi LPG 3kg Ketersediaan & Keamanan
Gambar atau konten salah?
Pemerintah melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi LPG 3 kg untuk memastikan ketersediaan, takaran, serta kelancaran penyaluran ke masyarakat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman bersama Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto meninjau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Sapta Arta Setia dan sejumlah pangkalan LPG di Bekasi, Jawa Barat, pada 03 April 2024.
Di SPBE, proses pengisian LPG ke tabung diperiksa secara detail: penimbangan, pemeriksaan kebocoran, hingga penyegelan sebelum didistribusikan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap tabung memenuhi standar berat dan keamanan.
Peninjauan dilanjutkan pada 04 April 2024 di SPBE Pertamina Trading and Services, Tanjung Priok, Jakarta Utara, serta sejumlah pangkalan LPG. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memantau distribusi di berbagai titik.
“Kita pertama kunjungi SPBE untuk memastikan penyiapan LPG berlangsung dengan baik sesuai dengan aturan keselamatan kerja yang baik, beratnya juga kita timbang dari dua hari ini, kemarin kami sudah ke Bekasi, hari ini kita ke Jakarta, semua proses distribusi terkendali baik dan lancar,” jelas Laode Sulaeman.
Pengecekan juga dilakukan di pangkalan LPG di Bekasi, yaitu Pangkalan Suwondo, Pangkalan Herman, dan Pangkalan Sriyatun. Sementara di Jakarta Utara, peninjauan dilakukan di Pangkalan Sumaryono, Pangkalan Lusy Vebriana, dan Pangkalan Hioe Muk Sien.
Di pangkalan, dilakukan pengecekan langsung terhadap berat LPG dalam tabung untuk memastikan kesesuaian sebelum disalurkan ke masyarakat. “Di pangkalan, kami timbang satu per satu beberapa tabung, dan semuanya beratnya terpenuhi, harganya juga terpenuhi. Artinya bukan hanya stok yang aman, tetapi keandalan distribusinya juga aman. Dari sisi keselamatan juga sudah kami cek, dan Insya Allah semua berjalan lancar,” tambah Laode.
Eko Ricky Susanto menegaskan bahwa pihaknya memastikan distribusi LPG berjalan hingga ke tingkat pangkalan agar mudah diakses masyarakat. “Ini bagian dari upaya kami dalam memastikan distribusi LPG tersebar merata ke seluruh wilayah, khususnya sampai dengan pangkalan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, bisa mendapatkan LPG tabung 3 kg di pangkalan terdekat. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan LPG tabung 3 kg tidak hanya di Jakarta atau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia,” ujar Eko.
Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG 3 kg tetap terjaga dan mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan.
Pengawasan ketat ini menegaskan bahwa LPG 3 kg tetap tersedia, aman, dan terdistribusi merata ke seluruh wilayah, sehingga masyarakat dapat mengakses bahan bakar dengan mudah dan terjamin kualitasnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
